SALAH SATU SYARI’AT ISLAM ADALAH BERKHILAFAH

by

Kekhalifahan kaum muslimin (Khilafatul Muslimin) viral di media cetak, sosial maupun elektronik (TV) dengan berbagai informasi positif, terkadang juga informasi yang negatif sehingga perlu klarifikasi ke sumbernya. Maka banyak yang datang ke kantor pusatnya di Bandar Lampung dan langsung menemui Kholifah /Amirul Mukminin.

Begitu juga yang terjadi di Khilafatul Muslimin perwakilan Sumbawa Barat, terutama pihak aparat yang memang ada hubungan dengan berita negatif yang beredar, sehingga datang langsung ke sumbernya.

Mapin, NTB, 21 Shafar 1441 H (20/10/19) di kantor Daulah Indonesia Bagian Timur (Daulah Inti), Ust. Zulkifli Rahman Al Khateeb menerima kunjungan rombongan aparat dari kepolisian dan terjadi dialog.

“Wajibnya menegakkan Khilafah sama wajibnya dengan mengerjakan Sholat, Maksudnya gimana pak Ustadz ? tanya salah satu aparat yang datang membuka perbincangan, sambil membaca majalah al-khilafah edisi 72.

“Orang tau kalau sholat itu wajib kan, tapi banyakan mana orang yang sholat dengan orang yang tidak sholat ?, banyak yang tidak sholat, saat ini orang yang tidak sholat biasa saja padahal dia tau wajib, tetapi dia tidak faham. Apalagi dengan wajibnya Khilafah, banyak orang yang tidak tau wajibnya bersatu dalam Khilafah, karena mereka tidak faham, padahal wajib”. Jadi jangan kan Khilafah, sholat yang mereka tau wajib saja banyak yang tidak mau”, tegas Amir Daulah Inti menjelaskan.

“Banyak yang tidak melaksanakan ustadz, padahal mereka tau sholat itu wajib”, kata pak Oka yang duduk di samping Amir Daulah menambahkan.

“Seperti contoh orang Katholik mewajibkan baptis, kamu wajib baptis agar menjadi ummat Katholik yang ta’at. Kita sebagai ummat Islam juga dikatakan kamu wajib bai’at (janji setia kepada Allah) agar kamu menjadi ummat Islam yang ta’at. Dan syari’at bai’at ini di tegaskan di dalam Al Qur’an (QS. Al Mumtahanah (60) : 12, QS. Al Fath (48) : 10), tetapi banyak ummat Islam yang tidak faham. Begitu juga ummat agama lain, banyak juga aturan-aturan agamanya yang di langgar oleh ummatnya”, kembali Ust. Zul menjelaskan.

“Salah satu di dalam syari’at Islam adalah berkhilafah, dengannya ummat Islam itu bersatu”, tegas Ust. Zul.

“Sehingga dengan bersatu di dalam Khilafah mempunyai tujuan”, kata pak polisi yang hadir.

“Iya, tujuannya apa ?, untuk menuju surga-Nya Allah. Tidak ada yang lain. “Ada yang menyangka bahwa tujuannya untuk merebut kekuasaan, bagaimana Islam yang rahmatan lil ‘alamin ini ingin merebut kekuasaan, merebut pecinya orang saja sudah tidak rahmatan lil ‘alamin. Maka Khilafatul Muslimin ini tidak ada urusan dengan kekuasaan, lanjut Amir Daulah Inti.

“Maka terkadang kita lucu, ketika kita ajak ummat Islam ini bersatu dalam Khilafah kemudian di tanyakan wilayah kekuasaan nya dimana ?. Loh kok kekuasaan yang di tanyakan, ini kewajiban bersatu seperti “Paus” itu loh, bersatu dia di bawah kepausan, tidak berfikir kekuasaan. Bersatu itu perintah Allah dalam Al Qur’an, (QS. Ali Imran : 103, QS. Asy Syura (42) : 13 dan banyak ayat Nya)”, papar Ustadz Asal Sumbawa.

“Kalau Allah mewajibkan bersatu di dalam ayat-Nya itu bukan untuk orang Indonesia saja, tetapi persatuan yang bisa mewadahi seluruh ummat di dunia. Kalau ada yang berkata, kata Qur’an kita wajib bersatu, dan kami sudah punya persatuan, namanya persatuan ojek atau kita sudah punya persatuan, namanya persatuan Indonesia, apa ini yang di maksud ? Bukan ! Orang Malaysia juga membaca ayat al Qur’an tentang kewajiban bersatu. Jadi yang Allah maksudkan adalah persatuan seluruh ummat Islam di dunia, ya orang Indonesia, orang Malaysia, orng mana-mana itulah yang namanya KHILAFAH”, kata Ust. Zul.

Khilafah itu mirip sistem kepemimpinan orang Katholik sedunia dengan Kepausannya di Vatikan, Khilafah bukan negara. Ada yang bertanya ke saya bukannya Khilafah itu dilarang ? kata saya yang di larang itu HTI karena memaknai Khilafah adalah sebuah negara, jadi ingin membentuk negara Khilafah di dalam negara. Pemahaman ini salah kaprah, Khilafah adalah jama’ah, sistem kepemimpinan ummat Islam sedunia, maka kita terus memahamkan ummat ini agar tidak salah kaprah”, jelas Amir Daulah Inti.

“Kepausan di Vatikan tidak mau ikut campur di dalam pemerintahan, dia khusus di keagamaan saja. Dia ga mau ada demo demo. Kemudian Kepausan itu apabila satu negara dalam keadaan genting dan tidak bisa mengatasinya, maka dia akan turun menenangkan”, kata pak Komang Oka polisi yang duduk di samping Amir Daulah menguatkan pernyataan Ust. Zul.

“Padahal di dunia Islam mayoritas, tetapi kenapa ada masalah di negara-negara, mereka yang turun tangan kenapa bukan Islam ? harusnya kan ummat Islam yang mayoritas. Jadi kalau ada masalah di negara-negara maka Kholifah yang turun tangan. Di sebabkan ummat Islam tidak bersatu sehingga Kholifah belum ada, nah sekarang ini kita mau membangkitkan”, kembali Ust. Zul memaparkan.

“Ada yang bertanya ke saya, tidak takut di tangkap ustadz ? kata saya kita ini tidak akan di tangkap oleh siapapun, kita ini orang-orang baik, kalau kita rusuh bikin kacau, baru di tangkap”, canda Amir Daulah.

“Dulu saya pernah bicara sama pak Sigit (salah satu angota kepolisian yang hadir), sering-seringlah datang ke Pondok, jadi kalau polisi sering datang kalau ada penyusup dia cepet-cepet kabur, kita tidak tau kan, yang tau ya polisi sudah ada datanya”, kembali Ust. Zul menyampaikan.

Kesimpulannya, bersatu adalah perintah Allah yang wajib sementara berpecah belah haram secara mutlak. Berkhilafah adalah realisasi bersatunya ummat Islam yang merupakan perintah Allah. Allah berfirman, “…Tegakkanlah agama (Dien) dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya …”, (QS. Asy Syura (42) : 13). Allah berfirman, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai …”, (QS. Ali Imran (3) : 103 & 105). Allah berfirman, “… Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka”, (QS. Ar Rum (30) : 31-32). Wallahu a’lam.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *