REAKSI KERAS TOKOH NU TAMBUN UTARA TERHADAP DAKWAH KHILAFATUL MUSLIMIN YANG RAHMATAN LIL ‘ALAMIN

by

Setiap kebenaran yang di sampaikan sejak zaman dahulu para nabi dan di zaman Rasulullah serta para sahabat, sunatullah nya pasti ada pertentangan dari pihak yang merasa di rugikan dengan dakwah tauhid yang di sampaikan. Begitu juga hari ini, namun dakwah al haq tetap dan harus di sampaikan demi menyelamatkan bumi Allah dari kesesatan dam kesyirikan agar kembali ke jalaan Allah saja, red.

Tambun Utara, 08 Shafar 1443 (15/09/21), para petugas Kekhalifahan kaum muslimin (Khilafatul Muslimin) yang terdiri dari Amir Daulah Jawa dan wazirnya dan mas’ul ummah Sriamur, menebar Maklumat dan Surat Himbuan Khalifah kepada ummat di pertigaan Jembatan Sasak, perbatasan desa Sriamur dan Babelan sehabis sholat magrib berjama’ah di mesjid terdekat.  Hal ini telah di lakukan beberapa kali di tempat yang sama, alhamdulillah reaksi baru muncul malam ini.

Seorang paruh baya berbaju biru menghampiri petugas Kekhalifahan dengan reaksi dan nada keras, marah dan menuduh apa yang di sampaikan oleh Wazir Daulah Jawa, Ust. Ahmad Supardi yang berusaha menjelaskan adalah hal yang mengada-ada, hingga mengatakan tidak ada Khilafah itu. Dengan santun para petugas tidak terpancing emosi berusaha menyampaikan dengan santun, namun reaksi keras di perlihatkan dengan mengatakan laporkan ke Banpol, Rt, Rw dan kepolisian. Sehingga malam itu para petugas Kekhalifahan berdiskusi dengan RT dan RW setempat.

Namun bapak yang berbaju biru di ketahui belakangan adalah tokoh NU setempat, berasal dari Aceh, pimpinan pondok Nahdhatun Nuhah (NAHNU), Perum Turi Indah / Garuda Rt 008/006, Sriamur, Tambun Utara, tanpa dasar menuduh Khilafatul Muslimin adalah pemberontak NKRI, pengkhianat bangsa dan munafiq, karena menurutnya Khilafatul Muslimin bertentangan dengan ideologi NKRI dan ingin mendirikan negara di dalam negara. Sungguh berbahaya tuduhan tanpa dasar.

Hingga masalah inipun berlanjut ke esokan harinya, tanggal 09 Shafar 1443 H (16/09/21). Pertemuan kali ini di mesjid jami’ Al Fatah Nurussalam di hadiri oleh perwakilan dari Khilafatul Muslimin, Amir Daulah Jawa, Ustadz Hamzah SAT yang hafidz Qur’an 30 Juz dan salah satu asatidz di SIT Gema Nurani , Ust. Abu Salma amir wilayah Bekasi Raya, beliau direktur di PT. Global ASA, Ust. Suharno slaku Amir Ummil Quro Bekasi Utara dan Ust. Tengku Muslim amir Ummul Quro Bekasi Selatan yang asli orang Aceh, Ust. Kendi dan beberapa orang bagian keamanan dari PBLP. Di hadiri juga oleh bapak berbaju biru yang semalam marah-marah (pimpinan Ponpes NAHNU), beberapa tokoh NU, BABINSA Sriamur, MUI juga pengamat radikalisme Kabupaten Tambun Utara dalam menyelsaikan selisih faham yang terjadi semalam.

Pihak MUI memberikan kesempatan pertama kepada perwakilan Khilafatul Muslimin. Pihak Khilafatul Muslimin menyampaikan visi dan misi yang rahmatan lil ‘alamin dan menyerukan ummat Islam agar bersatu sesuai contoh nabi dan para sahabat dalam bingkai Khilafah yang kemudian ditanggapi oleh pihak NU yang mempertanyakan dasar-dasar keinginan penegakkan Khilafah padahal khilafah sudah dibatasi eksistensinya oleh Nabi Muhammad sendiri hanya 30 tahun, dan meluas hingga pertanyaan tentang apakah Khilafatul Muslimin turut meyakini Pancasila sebagai ideologi negara, dan semuanya dijawab oleh Amir Wilayah Bekasi Raya Ustadz Abu Salma, Ustadz Ahmad Supardi dan Ust. Teuku Muslim. Nampaknya tidak ada titik temu dalam pertemuan ini, karena dari pihak NU merasa tidak puas dengan semua jawaban dari Khilafatul Muslimin, padahal menurut Ustadz Abu Salma kita hanya mengajak ummat yang memiliki kesadaran untuk bersatu, soal menolak atau menerima itu adalah urusan Allah dengan pribadinya.

Dari MUI akan mendalami lebih lanjut tentang Khilafatul Muslimin untuk kemudian akan dibahas. Dan acara ini di akhiri dengan saling bermusafahah (bersalam salaman) sbagai sesama muslim dan berfoto bersama di depan mesjid Al Fatah Nurussalam. Sekedar informasi bahwa acara diskusi seperti ini sudah sering di lakukan di seluruh daerah dan sudah masuk berita, kemungkinan mereka belum mengetahui sehingga belum faham, ujar salah satu dari pihak Khilafatul Muslimin kepada redaksi. (red, Tolhah – Bekasi Utara).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *