KONSEKWENSI DAKWAH ADALAH DI TOLAK DAN DI TERIMA

by -922 views

Dakwah Kekhalifahan kaum muslimin (Khilafatul Muslimin) bak air yang terus mengalir melewati  celah-celah dan lorong-lorong sempit dan terkadang terhalang oleh ganjalan hingga air sampai kepadanya memberikan manfaat dan setidaknya mengikis kotoran-kotoran yang berada di dalam celah-celah sempit menuju tempat yang luas, Insya Allah Dunia. Tamsil ini seperti nya cocok untuk menggambarkan pergerakan dakwah Khilafatul Muslimin yang ada di negri ini menuju tempat “Luas”.

Salah satu perwakilannya yang berada di pulau Borneo dengan sigap dan semangat pantang berhenti menyampaikan dakwah Al Haq ini kepada ummat Islam bahkan ummat manusia pada umumnya, karena visi dan misi dari kekhalifahan ini adalah rahmatan lil ‘alamin.

Dakwah Khilafah sampai di kota Tarakan, Kalimantan Utara beberapa bulan lalu di awal tahun 2020. Banyak ummat Islam yang mendukung dan bahkan menyatakan sikap siap bergabung dan berbai’at merapatkan diri ke dalam Kekhalifahan Islam yang sudah belasan tahun di maklumatkan, hingga terbentuk perwakilan tingkat Kemas’ulan di kota Tarakan. Ternyata ada sedikit ummat Islam yang menolak dakwah Khilafatul Muslimin dengan mengambil sikap membuat spanduk yang provokatif, “TARAKAN MENOLAK KHILAFATUL MUSLIMIN” tanpa menyebut siapa yang membuatnya.

Sehingga membuat gaduh seantero kota Tarakan dan memaksa ketua MUI kota Tarakan bapak KH. Muhammad Anas angkat bicara di salah satu stasiun TV swasta di kota Tarakan. “Kami belum tau ajaran Khilafatul Muslimin seperti apa, saya menghimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dan tidak boleh mengambil sikap sendiri sampai kita tabayun. Kita harus mengedepankan husnudzon (berbaik sangka)”, kata ketua MUI Tarakan.

Hingga tanggal 20 Januari 2020 Perwakilan Khilafatul Muslimin, amir wilayah Borneo, Ustadz Amiruddin asal Makasar dan sudah lama pindah di Kalimantan ini memenuhi undangan ketua MUI Tarakan dan beberapa instansi pemerintah hadir untuk mengadakan “sounding” di kantor KUA kota Tarakan di mulai pagi hari pukul 09.00 WIT hingga selesai.

Kesempatan pertama langsung di berikan kepada Khilafatul Muslimin, Ustadz Amirudin membacakan Maklumat terbentuknya kembali kekhalifahan kaum muslimin (Khilafatul Muslimin) di tengah-tengah pejabat yang hadir dari awal hingga selsai.

Ustadz Amiruddin, menegaskan bahwa, “Orang-orang kafir itu saling pimpin-memimpin kalau kalian orang beriman tidak seperti itu (Bersatu) maka akan terjadi kekacauan dan kerusakan di muka bumi”, mengambil ayat Allah QS. Al Anfal [8] :  73. Terbantainya kaum Muslimin di Rohinnya, Miyanmar di Uighur, Cina dan dibelahan bumi lainnya itu bukan karna kurangnya kaum muslimin, tetapi karna umat Islam tidak bersatu atau dalam perpecahan yang luar biasa. Dan itu adalah azab bagi mereka sebagaimana rasul sabdakan bahwa,”… Perpecahan itu AZAB” (Hadits).

Maka wujud persatuan di dalam Islam tidak ada contoh lain kecuali hanya berjama’ah di dalam satu-satunya sistem Islam yakni Khilafah Islamiyyah yang dipimpin seorang Khalifah / Amirul Mukminin sebagai bentuk realisasi ibadah kita kepada Allah, yang mana orang terbaik di dalam Islam pernah mencontohkannya, (sahabat, tabi’in dan tabiut tabi’in). Maka seluruh persatuan atau jama’ah yang tidak pernah dicontohkan oleh para salaf terdahulu masuk ke dalam kategori bid’ah yang di ancam neraka Jahannam, Na’uzubillahi minzalik, kembali Amir wilayah Borneo menjelaskan.

Setidaknya mereka yang hadir telah mengetahui Kekhalifahan Islam dengan misi rahmatan lil ‘alamin berjalan sesuai dalil Qur’an dan hadits dan mendakwahkan nya secara damai dan mengedepankan akhlakul karimah. Persoalan di tolak, wajar namanya dakwah pasti ada penentangan, kata amir kepada redaksi.

Di kesempatan yang lain pada 01 Jumadits Tsani 1441 H (26/02/2020), ustadz Amiruddin secara khusus di undang di kantor MUI.

“Kami dari MUI tidak akan berbenturan dengan para Pejuang Penegak Syari’at dalam wadah Khilafatul Muslimin, namun kami hanya mengingatkan bahwa kalian harus siap dengan segala konsekuensinya, karna berjuang di tengah sistem jahiliyah tentu berat”, kata salah satu MUI Kaltara kepada Amir wilayah. Yang kemudian di jawab oleh Amir wilayah, “insya Allah”.

“Kami do’akan semoga sukses selalu”, kata MUI, “Aamiin, semoga kita berjumpa di Surga Nya Allah, Surga Firdaus”, kata Ustadz Amiruddin.

Sebagai tadzkirah kita renungkan ayat Allah, Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal”, (QS. Ali – Imran (3) : 160). Wallahu a’lam.