KLARIFIKASI JAMA’AH KHILAFATUL MUSLIMIN ATAS PERISTIWA DI DESA GEBANG KULON, KAB. CIREBON 27 FEBRUARI 2016.

by -0 views

Cirebon, Jumadil Awal 1437 H. Warga Gebang Kulon, Cirebon menolak keberadaan Khilafatul Muslimin dengan alasan yang begitu simpang siur. Banyak kalangan media Internet, cetak maupun elektronik yang memberitakan secara sepihak tanpa ada konfirmasi (tabayyun) kepada pihak Khilafatul Muslimin (tanpa ada hak jawab), hal ini jelas melanggar kode etik jurnalistik.

Seperti yang diberitakan metrotvnews.com dengan judul, “Tak Akui Pancasila, Khilafatul Muslimin di Tolak Warga”. Kemudian situs nasional.republika.co.id dengan judul, “Dinilai Menyimpang Warga Bubarkan Jamaah Khilafatul Muslimin”. Ada juga situs, cirebontrust.com dengan judul, “Warga Desa Gebang Kulon Tolak Kelompok Khilafatul Muslimin”. Juga situs fokusjabar.com dengan judul, “Berpotensi Merusak NKRI Khilafatul Muslimin di Bubarkan”.

Maka dari pihak Khilafatul Muslimin merasa perlu mengklarifikasi berita-berita yang simpang siur ini. Maka pada 03 Maret 2016 secara resmi keamiran Daulah Khilafatul Muslimin Indonesia bagian Barat mengundang secara resmi semua wartawan yang memiliki situs tersebut diatas untuk diadakan konferensi Pers oleh Amir Daulah bertempat di Restoran “Rumah Makan Raja Empal Gentong” di Cirebon.

Berikut pernyataan resmi dari Khilafatul Muslimin perwakilan Amir Daulah Indonesia Bagian Barat Ust. Hadi Salam :

KLARIFIKASI JAMA’AH KHILAFATUL MUSLIMIN ATAS PERISTIWA DI DESA GEBANG KULON, KAB. CIREBON 27 FEBRUARI 2016.

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (QS. Al Hujurat (49) : 6).

  1. Peristiwa yang terjadi pada hari Sabtu, 27 Februari 2016 di Musholla Al-Abbas, Desa Gebang Kulon, Kec. Gebang, Kab. Cirebon bukan penggerebekan terhadap kegiatan Jama’ah Khilafatul Muslimin, tetapi kronologisnya adalah sebagai berikut:
  2. A. Acara yang diadakan di Musholla Al-Abbas tsb. merupakan tindak lanjut dari musyawarah pada hari Jumat, 12 Februari 2016 di rumah Bpk. Kusnadi di Desa Gebang Kulon yang dihadiri oleh: Pengurus Jama’ah Khilafatul Muslimin, Bpk. Kusnadi, Kepala Desa Gebang Kulon, MUI Kec. Gebang, dengan keputusan akan mengadakan musyawarah yang akan dihadiri oleh Muspika Gebang 2 (dua) minggu yang akan datang.
  3. B. Pada hari Kamis, 25 Februari 2016 Bpk. Adang Taufiqul Huda, selaku Amir Ummul Quro Cirebon Timur sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Musholla Al-Abbas dihubungi Bpk. Dwi (Kanit Intel Polsek Gebang) yang memberitahukan, bahwa musyawarah dengan fihak Muspika dan MUI di Musholla Al-Abbas pada hari Sabtu, 27 Februari 2016 jam 12.30 wib dengan pesan supaya Jama’ah Khilafatul Muslimin yang hadir jangan terlalu banyak. Disepakati yang hadir dari Jama’ah Khilafatul Muslimin sekitar 12 orang.(undangan terlampir).
  4. C. Pada hari Sabtu, 27 Februari 2016 jama’ah Khilafatul Muslimin hadir di musholla Al-Abbas pada saat sholat dzuhur sekitar jam 12.00 wib, kemudian melaksanakan sholat dzuhur berjamaah. Setelah itu menunggu para tamu yang akan menghadiri musyawarah.
  5. D. Sekitar jam 13.15 wib. rombongan Bpk Kusnadi, Kepala Desa Gebang Kulon, Ketua MUI Kec. Gebang dan Muspika datang ke musholla Al-Abbas.
  6. E. Musyawarah dimulai sekitar jam 13.30 wib dan berlangsung dalam keadaan kondusif.
  7. Mengenai status tanah wakaf musholla Al-Abbas:
  8. A .Pengurus Jama’ah Khilafatul Muslimin menerima penyerahan tanah wakaf untuk dibangun musholla Al-Abbas dengan alamat Dusun 03 Rt. 01/06 Desa Gebang Kulon, Kec. Gebang, Kab. Cirebon dari Ketua Nadzir Bpk. Kusnadi yang juga ditanda tangani oleh saksi Wakif pada tanggal 1 Oktober 2014. (terlampir).
  9. B. Sejak itu seluruh jama’ah Khilafatul Muslimin bahu membahu membangun dengan harta dan tenaga, hingga hari ini telah berdiri bangunan seluas 120 m2 lantai pertama dari rencana 2 lantai dengan biaya bangunan Rp. 243.141.000,- (dua ratus empat puluh tiga juta seratus empat puluh satu ribu rupiah).
  10. Mengenai tuduhan sebagian warga Desa Gebang Kulon, Kec. Gebang, Kab. Cirebon :
  11. A. Jama’ah Khilafatul Muslimin adalah wadah pemersatu ummat Islam se-dunia, yang mempunyai misi Rahmatan lil ‘Alamin (rahmat bagi semesta alam) tidak mempermasalahkan persoalan khilafiyah dalam ibadah khos. Sehingga kami tidak mempersoalkan: usholli, qunut, sholawat, sepanjang ada dasarnya dalam Islam.B. Jama’ah Khilafatul Muslimin sebelum melaksanakan sholat berjamaah, terlebih dahulu membaca iqomah sebagai tanda akan dimulainya sholat berjamaah.
  12. Adapun tuduhan dari Ketua MUI Kecamatan Gebang, bahwa Jama’ah Khilafatul Muslimin adalah organisasi politik yang hendak mendirikan Negara dalam Negara sebagaimana NII (Negara Islam Indonesia) perlu dibuktikan dengan mengkaji lebih dalam lagi apa itu Jama’ah Khilafatul Muslimin, sehingga tidak mengambil kesimpulan keliru yang dapat membuat konflik dalam masyarakat. Dan yang lebih berkompeten untuk membuktikan sesat atau tidaknya suatu organisasi/jama’ah tentunya ada institusi yang berwenang untuk itu, yaitu: MUI Pusat atau Bakor Pakem, bukan MUI tingkat Kecamatan.
  13. Sebagai tindak lanjut keputusan musyawarah di musholla Al-Abbas, hari Sabtu, 27 Februari 2016, sebagaimana didengar oleh seluruh hadirin, bahwa Kepala Desa Gebang Kulon menyanggupi mengganti biaya yang telah dikeluarkan oleh Jama’ah Khilafatul Muslimin, maka Bpk. Adang Taufiqul Huda, selaku Ketua Panitia Pembangunan Musholla Al-Abbas ditemani oleh Sdr. Abdullah Ali telah menemui Kepala Desa Gebang Kulon pada hari Selasa, 1 Maret 2016 dan menyerahkan surat permintaan penggantian dana pembangunan dilampiri rekapitulasi biaya pembangunan musholla Al-Abbas.

Demikian surat klarifikasi kami, semoga Allah SWT memberi kemudahan dan pertolongan kepada hamba-Nya yang senantiasa menegakkan aturan-Nya. Aamiin.

                                                            Cirebon, 22 Jumadil Awal 1437 H,

                                                            HADI SALAM

                                                            AMIR DAULAH INDONESIA BAGIAN BARAT