ISU MIRING TERBANTAHKAN SETELAH APARAT MENDATANGI KEMAS’ULAN PANANG JAYA, SUMSEL

by

Mengawali bulan ini, tanggal 01 Shafar 1443 H atau bertepatan dengan 08 September 2021, Kemas’ulan Panang Jaya, Ummu Quro Bumi Sri Wijaya, Muara Enim, Wilayah Sumatra Selatan (Sumsel) yang saat ini di nahkodai oleh mas’ul ummah Ustadz Firdaus Muliawansyah kedatangan serombongan apparat pemerintahan.

Dalam kesempatan ini yang hadir Kepala Desa setempat dan perangkatnya, dari TNI, POLRI, pak Camat Muara Enim, ketua Muhammadiyah sekaligus ketua FKUB, KESBANGPOL, ketua MUI setempat dan para tokoh masyarakat sekitar.

Pasalnya, ada salah satu warga Kekhalifahan kaum muslimin (Khilafatul Muslimin) Kemas’ulan Panang Jaya ada seorang da’i yang juga di kenal masyarakat sekitar, beliau adalah Ustadz Antonis yang saat ini menjabat sebagai Qismut Tarbiyah wa Taklim (TWT) di Wilayah Sumsel. Menurut kepala desa nya laporan dari masyarakat sekitar mengatakan bahwa jama’ah  Khilafatul Muslimin ini terkesan eksklusif, jarang bermasyarakat karena jarang hadir kalau ada tahlilan, nigo hari (tiga hari), nujuh hari (tujuh hari) kalau ada orang yang meninggal. Bahkan kalau di minta berdo’a dalam acara – acara seperti ini Ustadz Antonis ini ndak galak (tidak mau).

Mewakili ketua FKUB KESBANGPOL yang juga ketua Muhamadiyah di Muara Enim langsung menyampaikan bahwa, untuk masalah perbedaan furu’ (cabang ilmu agama) boleh – boleh saja berbeda sesuai keilmuan nya masing-masing, saya juga ketika istri meninggal tidak pakai tahlilan. Tidak boleh hanya dasar kerukunan lantas kita memaksakan pemahaman kita yang jelas hal itu boleh berbeda di dalam Islam (furu’). Jadi tidak boleh sedikit berbeda cara beribadah dengan kita lantas langsung menuduh “SESAT”, ini tidak boleh terjadi dalam masyarakat muslim, harus ada tabayun.

Diskusi selama sekitar 1,5 jam antara belasan apparat di rumah mas’ul Papang Jaya yang di dampingi staf Amni wa Dhifa’i (Keamanan) Kemas’ulan Panang Jaya, akhina Chandra membuahkan kesimpulan bahwa apa yang di bawa oleh Khilafatul Muslimin mengajak ummat Bersatu dengan misi rahmatan lil ‘alamin adalah benar, dan tidak boleh hanya berbeda dalam hal ibadah langsung di anggap sesat, dan tugas ini ada di FKUB, KESBANGPOL setelah di kaji terlebih dahulu. Ke depan kalau ada pengajian di Khilafatul Muslimin agar kepala desa dan masyarakat sekitar ikut, sehingga hilang rasa saling curiga. (red, Firdaus – Sumsel).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *