BERBAI’AT JUSTRU KARENA DI LARANG USTADZ NYA IKUT KAJIAN DI KHILAFATUL MUSLIMIN

by

“Kebenaran itu datangnya dari Allah dan janganlah kamu ragu terhadapnya”, demikian ungkapan dari firman Allah. Ini bisa di tamsilkan untuk seorang ummahat yang sedang belajar menimba ilmu demi sebuah kebenaran. Awalnya belajar dengan ustadz yang mengkaji sebuah kitab yang sudah masyhur di kalangan para kyiai (kitab berwarna, red).

Sehubungan dengan giatnya dafis (dakwah fisabilillah) di daerah Kemas’ulan pidada Panjang dalam menyampaikan pesan persatuan, banyak masyarakat yang bergabung, namun ada juga sedikit yang menentang, salah satunya ustadz yang mengkaji kitab sebagai tuntunan mereka di daerah Panjang yang jama’ahnya kebanyakan ibu-ibu. Ustadz ini menolak keras dakwah Khilafah, sampai memberi himbauan kepada jama’ahnya bahwa hati-hati terhadap golangan khilafah.

Adalah ummahat jama’ah ustadz tersebut yang kebetulan suaminya yaitu bapak Maulana telah menyatakan sikap bergabung ke dalam Kekhalifahan kaum muslimin (Khilafatul Muslimin) penasaran dengan himbauan larangan tersebut. Lalu istri pak Maulana meminta mas’ul ummah Pidada Panjang untuk datang kerumahnya untuk mendiskusikan bagaimana yang sebenarnya tentang Khilafatul Muslimin.

Hari ahad malam senin, 16 Rabi’ul Awwal 1442 (01/11/2020)setelah di jelaskan apa visi dan misi Khilafatul Muslimin kepada istri pak Maulana, sehingganya istri pak maulana memahami apa yang di sampaikan mas’ul umamah dan mengatakan, “Ternyata Khilafatul Muslimin tidak sesuai dengan apa-apa yang di ungkapkan ustadz yang mengkaji kitab tersebut”. Kemudian akhirnya istri pak Maulana menyatakan bergabung ke dalam shaf Kekhalifahan Islam dan mengikrarkan bai’at. Allahu Akbar ! (red, Eghi Wibowo, Bandar Lampung).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *