APA YANG MEMBERATKANMU BERKHILAFAH

by

Muhammad Fauzi

 “Dan mereka (ahli Kitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan, Karena kedengkian di antara mereka[1341]. kalau tidaklah Karena sesuatu ketetapan yang Telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, Pastilah mereka Telah dibinasakan. dan Sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil[1342]) sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang Kitab itu”. (Qs Asy Syura’(42) : 14).

[1341]  Maksudnya: ahli-ahli Kitab itu berpecah belah sesudah mereka mengetahui kebenaran dari nabi-nabi mereka. sesudah datang nabi Muhammad s.a.w dan nyata kebenarannya merekapun tetap berpecah belah dan tidak mempercayainya.

[1342]  yang dimaksudkan dengan orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab ialah ahli Kitab yang hidup pada masa nabi Muhammad s.a.w.

Jika kita perhatikan di negara yang kita cintai ini, seharusnya tidak ada penghalang untuk membuat islam tegak sepenuhnya, dengan penduduknya yang 90% muslim, banyaknya ulama lulusan universitas-universitas islam kelas atas, pondok pesantren bertebaran disana sini, masjid yang selalu kita dengar adzannya bersahut-sahutan di lima waktu sholat, sampai jumlah kitab-kitab yang banyaknya sudah susah kita hitung.

Namun, Kenyataannya jelas islam tidak tegak di bumi Indonesia ini. Keadaan ini juga terjadidi negara-negara lain,di timur tengah banyak negara yang 100% warganya islam, ternyata tidak satupun memakai hukum islam,di Mesir, tempat tercetaknya jutaan penghapal Al Qur’an, ahli-ahli tafsir, hadits, fiqih, dan ahli ilmu islam lainnya, juga tidak dapat mengamalkan hukum islam dalam kehidupan bernegaranya, apatah lagi negara-negara yang notabene bukan negara islam.

Realitas miris tidak bisa tegaknya islam ditengah-tengah mayoritas, banyaknya ulama, dan melimpahnya ilmu, dikarenakan ketidakmauan para individu muslimuntuk bersatu dalam wadah yang bersumber dari islam itu sendiri, khususnya para ulama karena ditangan ulama-ulama itulah kunci persatuan.

Ulama-ulama yang seharusnya menjadi pemersatu umat malah membentuk partai atau golongan sendiri-sendiri, dengan mengatasnamakan islam dan bertujuan membela islam setiap partai mengajak setiap muslim untuk bergabung dengan janji apabila memperoleh kemenangan lewat suara terbanyak maka islam akan disempurnakan syariatnya.Bisakah islam tegak dengan cara yang tidak sesuai dengan tuntunan? Bilapun bisa, akankah Allah ridho dengannya?.Jika belum cukup informasi diatas menjelaskan bahwa banyaknya individu, ulama, dan ilmu tidak menjamin tegaknya islam secara sempurna, maka cukuplah kita tau bahwa untuk sholat tentulah kita harus bersuci dengan menggunakan air yang suci, tidak sah sholat kita apabila berwudhu dengan air dari pipis sapi.

Alih-alih mempersatukan umat, banyaknya partai malah membuat umat berpecah belah, mengikuti apa yang mereka pikir baik atas rayuan maut sang ulama pencipta partai. Entah mengapa terpecah belahnya umat tidak membuat ulama-ulama ini sadar dan kembali mempersatukan umat lewat tuntunan islam yang sah, tidakkah mereka tau bahwa berpecah belah adalah keharaman yang nyata sebagaimana firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 103? Atau apakah karena mereka sudah nyaman dengan posisinya yang tinggi dan kemudahan harta? Atau tidak ada keberanian untuk menyampaikan kebenaran? Atau karena kedengkian yang lahir setelah mendapat ilmu?

Pun bersatu adalah syarat awal sebuah kemenangan, bukanlah kekuasaan yang menjadi tujuankita bersatu, karena Allah sendiri mengabarkan bahwa Dia-lah yang mempergulirkan kekuasaan itu dalam firmannya pada surat Ali Imran ayat 26.

Bersatu adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim, sebagaimana Allah perintahkan dalam Qs Ali Imran ayat 103, Kewajiban bersatu ini pun adalah hal yang sangat dasar dari suatu ajaran, adakah ajaran di bumi ini yang memerintahkan atau membiarkan penganutnya berpecah belah?

Tujuan dari kita bersatu adalah memenuhi tuntunan yang Allah turunkan lewat Nabi-Nya Muhammad s, dengan memenuhi tuntunan ini kita yakin Allah akan memberikan kehendak-Nya yaitu kemuliaan didunia dan keselamatan di akhirat.

Solusi dari pecah belahnya umat seluruh dunia tidak lain dan tidak bukan adalah bersatu dengan persatuan berdasarkan tuntunan islam itu sendiri. Dimana dahulu umat bersatu dibawah para nabi, dan setelah jaman kenabian selesai, umat dipimpin dibawah seorang khalifah.

Ditengah terpuruknya kondisi inilah pada tahun 1997 terbentuk Khilafatul Muslimin, suatu wadah pemersatu ummat sedunia yang murni lahir dari islam, dengan khalifah sebagai pemimpin dan berjalan sesuai dengan tuntunan islam, dengan visi bukan saja mensejahterakan orang islam, tetapi seluruh makhluk dimuka bumi ini,

Tetapi jauh api dari arang, umat lebih tergoda mengikuti janji manis golongan bikinan manusia daripada jama’ah yang sesuai dengan tuntunan islam, 22 tahun berdakwah menyatukan umat, baru sebagian kecil yang benar-benar sadar wajibnya umat islam bersatu dibawah pemimpin yang sesuai dengan ajarannya.

Selain dari janji palsu para pembuat partai, Propaganda-propaganda sesat tentang Khilafah menjadi penyebab lain enggannya umat berkhilafah, fitnah ekstrimis dan radikal menjadikan Khilafah seperti momok yang harus disingkirkan, belum lagi ulama suu’ yang gencar menggunting dalam lipatan dan keangkuhan ulama-ulama yang membuat islam semakin terpuruk.

Semakin beratnya cobaan tidak menyurutkan Khilafatul Muslimin untuk tetap berupaya menyatukan umat, karena itulah jalan ibadah dengan janji  kemenangan yang dekat dari Nya. Apa yang memberatkanmu berkhilafah? Tidak yakinkah engkau islam dengan segala aturannya akan memakmurkan bumi?. Wallahu’alam bisawwab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *