TAHUN 2000 MENDAPAT MAKLUMAT KEKHALIFAHAN, 18 TAHUN SETELAH NYA BARU BERBAI’AT DI BOGOR

“Pejuang Iqomatuddien pasti muaranya akan di Khilafah Islam (Khilafatul Muslimin)”. Begitulah statemen seorang pejuang yang sudah sepuh dan pernah malang melintang di dunia harokah Islam dalam proses mencari Al Haq. Subahanllah !

Pak Ahmad Sriyono Budi seorang staf di biro advertising milik Inggris di Jakarta ini pernah malang melintang di dunia Harakah Islam, kenal baik dengan bapak Muhammad Natsir tokoh Masyumi dan pernah di kasih Maklumat Kekhalifahan tahun 2000, ketika itu beliau sudah vakum di harakah terakhir yang di ikuti yakni Darul Islam. ”Tidak mungkin Khilafah bisa berkembang di negri ini, kita aja yang berjuang secara under ground berhasil di patahkan”, itulah komentar nya ketika pertama kali mendapat maklumat Kekhalifahan tahun 2000, sejak saat itu tidak pernah dapat informasi lagi tentang perkembangan Khilafatul Muslimin tapi sudah punya “peci Khilafah, hijau putih”.

Adalah Ust. Widi Winachyu mas’ul Ummah Cibinong ketika itu yang merupakan teman kerja sejawat dari anaknya, akhi Ahmad Ansharullah (biasa di sapa Khairul) bersilaturahim ke rumahnya. Karena memakai peci “hijau putih” khas warga Khilafatul Muslimin Ust. Widi bertanya, “bapak dulu pernah di N11 ya ?” (sebutan pejuang di Darul Islam)”, sehingga terjadilah dialog hangat.

“Tahun 2000 setelah Kongres Mujahidin kekhalifahan ini baru ada dua perwakilan tingkat Kemas’ulan, di NTB dan di Lampung dan baru puluhan orang yang bergabung. Tapi saat ini Khilafatul Muslimin menuju 1000 perwakilan Kekhalifahan yang tersebar di Indonesia (Sabang sampai Merauke), beberapa di Malaysia, Tanzania, Bosnia dan Affrika”, demikian informasi yang di sampaikan oleh mas’ul ummah Cibinong, Ust. Widi Winachyu.

Tanpa banyak perdebatan dan memang mindset dulu juga adalah tegaknya Islam dalam sistem Khilafah, alhamdulillah pak Budi sekeluarga mengkikrarkan bai’at di bulan Ramadhan 1440 H. Acara Motor Syi’ar Khilafah di Bogor oleh wilayah Bekasi Raya beliau dan anaknya semangat dalam mengikutinya.

Taklim Kemas’ulan Cibinong tanggal 03 Dzulqo’dah 1440 H kebetulan bertempat di rumah pak Budi sehingga koresponden Bogor bisa sedikit mewawancarai nya, alhamdulillah. (TB, Bogor).

Dari kanan (pak Budi, akhi Khairul dan Ust. Widi).
Taklim Kemas’ulan Cibinong di rumah pak Budi, Leuwiliang, Bogor 3 Dzulqo’dah 1440
Tags:

Related Posts