SILATURAHIM PARA TOKOH TERMASUK MUI PUSAT TENGKU ZULKARNAEN BERSAMA KHOLIFAH DI MEDAN

Tengku Zulkarnaen, MUI pusat yang di kenal “vokal” di kalangan kaum muslimin ketika di undang menjadi pembicara di beberapa media seperti acara ILC dan lainnya sempat mengomentari acara “Syi’ar Kekhalifahan Islam Dunia tahun 1440 H yang mengambil tema “Indonesia Titik Awal Kebangkitan Islam Dunia”, yang di adakan oleh Khilafatul Muslimin (red).

Terkait larangan acara Syi’ar Khilafah Dunia yang akan di adakan Khilafatul Musimin di mesjid Az Zikra, Sentul, oleh Polres Bogor, Tengku Zul berkomentar, “Jajaran Polres Bogor jangan melanggar UUD 1945. Negara menjamin kebebasan masyarakat untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat,” kata Zulkarnain kepada reporter Tirto, Rabu (14/11/2018).

Zulkarnain mengatakan, tidak ada dasar hukum pelarangan acara dialog tersebut. Selain itu, kata dia, materi diskusi bukan tentang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang notabene sudah dilarang pemerintah, melainkan sistem Khilafah. “Jika membahas HTI, boleh dibubarkan. Tapi kalau membahas tentang Kekhalifahan jangan dilarang. Kalau dilarang, hilang, lah, dua per tiga sejarah Islam,” kata pak Kyiai.

Inilah yang terngiang di kalangan warga Khilafatul Muslimin terkait beliau.

Alhamdulillah pada saat Safari dakwah Kholifah /Amirul Mukminin syeikh Abdul Qodir Hsan Baraja’ menuju Aceh, di Medan tepat nya di Mesjid Al Amin, Medan pada 23 Juni 2019 (akhir Syawal 1440 H), Tengku Zulkarnain bersilaturahim secara langsung dengan Kholifah dan beberapa tokoh jama’ah di Medan dan terjadi dialog hangat.

Salah satu pesan Kholifah yang prinsip di sampaikan dalam dialog kali ini adalah, “Bersatu itu haram hukumnya kalau hanya sekedar di cita-citakan, karena ini perintah Allah dan bernilai ibadah maka Bersatu itu wajib di laksanakan dan di wujudkan dalam sistem khilafah sesuai kemampuan”. Yang kemudian pendapat ini di benarkan oleh yang hadir dalam diskusi hangat ketika itu.

“Semoga Kholifah berkenan hadir dalam sebuah forum untuk menyampaikan pemikirannya terkait kewajiban Bersatu dalam sistem Khilafah, insya Allah undangan akan kami sampaikan lebih lanjut, kata ketua salah satu jama’ah di Medan yang hadir dalam diskusi. (TB, dari Anil, Medan)

Tags:

Related Posts