SEJARAH PENEGAKKAN KHILAFAH DI DUNIA

          Maret 1924M menjadi sejarah kelam bagi ummat Islam dengan dinyatakan runtuhnya Kekhalifahan Islam Utsmaniyah yang berpusat di Turki, yang membawahi hampir seluruh negri-negri muslim di Timur Tengah seperti Baghdad, Palestina, Mesir, Arab, Yordania, Yaman dan lain sebagainya.      Dengan menurunkan Khalifah /Amirul Mukminin bagi ummat Islam sedunia yang dijabat oleh  Khalifah Abdul Majid II oleh antek sekuler yang berpura-pura sebagai cendikiawan muslim, yaitu Mustafa Kemal At Taturk, sehingga dengan diturunkannya Khalifah maka menandai Kekhalifahan Islam di dunia runtuh dan tidak ada.

           Ditambah lagi duka ummat Islam, terjadi pengkhianatan yang dilakukan oleh salah satu penguasa Arab ketika itu yang memisahkan diri dari Kekhalifahan Turki Utsmani dengan dalih dan alasan bahwa Kekhalifahan Turki Utsmani sudah banyak penyimpangan. Namun yang dilakukan oleh penguasa Arab tersebut malah membuat negara kerajaan bekerjasama dengan orang kafir Inggris dan kemudian diberi nama sesuai pendiri dari penguasa tersebut yaitu negara Arab Sa’udi, karena pendirinya adalah Raja Ibnu Sa’ud. Penguasa Arab yang telah menjadi sebuah kerajaan ini mempu-nyai andil berdirinya negara Yahudi Israel di tanah Palestina dengan bekerja sama dengan Inggris. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya sebuah surat Raja Arab kepada Inggris ( kabarislamia.com).

                Setelah Khilafah Islam terakhir Khilafah Turki Utsmani berhasil mereka tumbangkan, Barat terus berupaya mencegah kemunculan persatuan dunia Islam. Mereka merancang pembagian wilayah Khilafah Islamiyah dalam Perjanjian Rahasia “Sykes-Picot” antara diplomat Inggris dan Prancis. Sykes Picot adalah perjanjian untuk memecah-belah kekuasaan Khilafah Islam menjadi puluhan negara yang hasilnya seperti yang terjadi di Timur Tengah saat ini. Perjanjian ini rahasia, dilakukan antara diplomat Perancis bernama François Georges Picot dan penasehat diplomat Inggris Mark Sykes. Fakta sejarah Islam kalah dan hancur berkeping-keping sejak saat itu. (sumber : am.net, ss.com, km.com, red).

                Usaha untuk membangun kembali Kekhalifahan kaum muslimin (Khilafatul Muslimin) setelah kehancurannya, telah banyak dilakukan, namun belum juga membuahkan hasil. Adapun usaha-usaha yang pernah dilakukan antara lain, Pada tahun 1926 diadakan Kongres Kekhalifahan Islam (di Kairo). Pada tahun 1926 Raja Ibnu Sa’ud memprakarsai Kongres Muslim Sedunia (di Mekah). Pada tahun 1931 diadakan Konfrensi Islam Se-Dunia (di Aqsho, Yerussalem). Pada tahun 1949 Konfrensi Islam Internasional Kedua (di Karatchi). Pada tahun 1951 Konfrensi Islam Internasional Ketiga (di Mekah). Pada tahun 1951 Pertemuan Puncak Ummat Islam (di Mekah). Pada tahun 1964 Konfrensi Muslim Se-Dunia lagi (di Mekah). Pada tahun 1969 pertemuan yang melahirkan Organisasi Konfrensi Islam disingkat OKI (di Rabat).

                Di Indonesia juga tidak ketinggalan Bapak H.O.S. Cokroaminoto sebagai pelopor mengemukakan gagasan Pan Islamisme dengan ketiga tahap perjuangan. Kemerdekaan Indonesia yaitu mengusir penjajah dari muka bumi. Kemerdekaan Islam di Indonesia, Islam sebagai satu-satunya sistem yang haq, bisa berlaku di Indonesia secara sempurna dan dilindungi oleh kekuasaan (NII). Kemerdekaan Islam di Dunia yaitu membentuk Khilafah Fil Ardhi sebagai penjabaran dari Mulkiyah Allah (kerajaan Allah dimuka bumi).

       Kemudian Pada tahun 1974 diadakan KTT Negara-negara mayoritas berpenduduk Islam di Lahore, dalam kesempatan ini Presiden dari beberapa negara seperti Urganda, Mesir, Yaman Utara, Libia mengusulkan agar Raja Faishal dari Arab Saudi menjadi Khalifah /Amirul Mukminin tetapi tidak bersedia. (sumber, maklumat Khilafatul Muslimin).

           Untuk itu perlu adanya keberanian ummat Islam mempelopori tegaknya Khilafatul Muslimin sebagai satu kewajiban yang Mutlak, yang tidak boleh ditunda-tunda lagi. Atas dasar tersebut diatas, maka syeikh Abdul Qadir Hasan Baraja’ dari Indonesia membuat sebuah konsep, MA’LUMAT KHILAFATUL MUSLIMIN pada tanggal 13 Rabi’ul Awwal 1418 H / 18 Juli 1997 demi mewujudkan cita-cita kaum Muslimin, tegaknya kembali Kekhalifahan Islam, kemudian konsep ini diedarkan dan ditawarkan kepada orang-orang yang dianggap pantas menjadi Khalifah (ulama, cendikiawan muslim) selama sekitar dua tahun lamanya, namun tidak ada yang bersedia, akhirnya atas saran dari sahabat-sahabat agar berpulang kepada yang membuat konsep itu sendiri yaitu syeikh Abdul Qadir Hasan Baraja’ untuk menjadi Khalifah, sementara belum menemukan sosok yang tepat dan menunggu musyawarah secara global para ulama dan cendikiawan muslim.

          Tahun 2000 atas prakarsa syeikh Abdul Qadir Hasan Baraja’ diadakan kongres dengan mengundang hampir 2000 ulama dari Indonesia dan Malaysia serta beberapa negara lainnya. Di bacakan konsep Ma’lumat Kekhalifahan di depan forum dan meminta kepada seluruh yang hadir agar mengangkat seorang Khalifah /Amirul Mukminin ketika itu, namun qodarullah para peserta masih belum menerima dan malah terbentuk alainsi bernama Majelis Mujahidin. Akhirnya Khilafatul Muslimin yang telah dimaklumatkan dan baru ada dua perwakilan yaitu Kemas’ulan Lampung dan Kemas’ulan Sumbawa pada saat itu terus berjalan menawarkan konsep Khilafah kepada ummat Islam.

        Hingga saat ini tahun 2018 hampir 600 kemas’ulan yang telah terbentuk dibawah struktural Khilafatul Muslimin. Dan qodarullahnya terus melebarkan sayapnya hingga ke Malaysia, Bosnia dan lainnya. Kini bendera kekhalifahan telah mulai berkibar kembali, dan sepatutnyalah mendapatkan dukungan kaum muslimin dimanapun berada. Tahun 2018M bertepatan tahun 1440H sekitar bulan Rabi’ul Awwal akan kembali diadakan Syi’ar Kekhalifahan Islam Dunia di Jakarta, berharap seluruh kaum muslimin turut andil dalam acara ini. Dulu 20 tahun yang silam, sewaktu Kongres mujahidin pertama di Jogja ummat Islam belum mau, harapannya pada Syi’ar kekhalifahan Dunia yang telah hampir berdiri 600 perwakilan di seluruh Indonesia dan Malaysia akan tegak Kekhalifahan Islam secara konvensional tentunya atas dukungan seluruh ummat Islam, insya Allah. [red, berbagai sumber]

Tags:
Rate this article!

Related Posts