MENUJU MUKMIN TERPIMPIN

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan Ulil Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”. (QS. An Nisa (4) : 59).

              Sesungguhnya semua ajaran di muka bumi ini pasti mempunyai pemimpin, walaupun ajaran itu bathil sekalipun. Jika seorang mukmin tidak memiliki kepemimpinan Islam, sementara ajarannya sangat sempurna mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat, kehidupan pribadi dan masyarakat pada umumnya disemua tingkatan dan bahkan dikehidupan makhluk di muka bumi (sebagai Rahmatan Lil Alamin), maka mustahil ajaran Islam dapat dilaksanakan secara baik dan sempurna tanpa kepemimpinan. Dan akibatnya sangat memprihatinkan karena ajaran Islam hanya dipraktekkan dan diamalkan menurut kehendak pribadi masing-masing. Maka hancurlah risalah Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin. Sekiranya seorang muslim dipertanyakan pada posisi sedemikian itu, tentu dia akan menjawab bahwa ia adalah Muslim dan mempraktekkan Islam menurut kehendak pribadinya sendiri.

            Apabila seorang Muslim harus mencita-citakan tegaknya Syar’iat Islam tentu cita-cita mulia ini tidak mungkin diembankan oleh orang-orang yang tidak beriman sementara orang-orang beriman merelakan diri hidup dibawah kepemim pinan yang menolak Syariat Islam lalu melaksanakan dan memperaktekkan Islam menurut maunya sendiri.

            Allah Subahanahu wata’ala mempertanyakan orang-orang yang mengaku telah menyakini kebenaran ajaran Islam, mengapa merelakan diri tidak memberlakukan hukum-hukum Allah dalam kehidupan sementara di dunia ini? Allah menegaskan dalam Firman Nya :

“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”.

(QS. Al Maidah (5) : 50).

            Jelas kiranya bahwa seorang mukmin wajib berjihad menegakkan hukum Allah dimuka bumi ini sehingga hukum-hukum Allah dapat diterapkan /diberlakukan dalam kehidupan bermasyarakat, agar kaum muslimin berada senantiasa dibawah kepemimpinan orang-orang yang beriman yang memberlakukan hukum Islam; bukan sebaliknya mereka merelakan diri hidup dibawah kepemimpinan yang terang-terangan menolak memberlakukan hukum Allah dan Rasul-Nya.

            Secara rasional sebenarnya mudah dipahami bahwa seluruh kegiatan menyangkut kepentingan bersama, mustahil dapat dilaksanakan tanpa seorang Pemimpin, contoh: Sebuah rumahtangga tanpa pemimpin rumah tangga; sekolah tanpa pemimpin sekolah; perusahaan tanpa pemimpin perusahaan dan seterusnya… adalah mustahil dapat ditegakkan dilestarikan. Demikian pula hanya dengan Islam tanpa adanya kesatuan kepemimpinan Islam; maka hukum-hukum Allah mustahil dapat ditegakkan dan berakibat terjerumus ke dalam golongan yang dinyatakan oleh Allah sebagai kafir, dzolim dan fasik yang diancam Neraka Jahannam.

            Maka seorang yang telah beriman berkewajiban menegakkan hukum-hukum Allah. Adapun segala aturan dan kebijaksanaan kepemimpinan yang hendak diterapkan/diberlakukan harus bersumberkan ajaran Islam. Hanya dengan kesadaran kembali dipimpin untuk mempraktekkan ajaran Islam dalam kehidupan nyata; merupakan satu-satunya syarat mutlak untuk dapat tercegahnya kedzaliman, kecurangan, kebiadaban di muka bumi ini; demi tercapainya kesejahteraan lahir batin umat dalam kehidupan nyata di dunia yang hanya sementara ini.

Semoga dapat disadari.

Allahu Akbar ! Allahu Akbar !

Facebook Comments
Tags:
Rate this article!
MENUJU MUKMIN TERPIMPIN,5 / 5 ( 1votes )

Related Posts