MANTAN KOMISI FATWA MUI MENILAI UCAPAN KH. MA’RUF AMIN YANG MENGATAKAN KHILAFAH TIDAK COCOK DI INDONESIA

            Ma’ruf Amin Ketua MUI pusat menyatakan Khilafah tidak cocok dengan Indonesia, karena Indonesia telah menyepakati sistem kenegaraan sendiri sejak awal kemerdekaan, sehingga tidak perlu lagi bicara Khilafah. KH. Muhammad Yakub Lubis mantan komisi Fatwa MUI mengatakan, “Mari kita timbang dan takar ucapan Ma’ruf Amin tersebut dengan sabda Nabi SAW. Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Siapa yang hidup (lama) diantara mu akan menyaksikan banyak perselisihan. Jauhilah perkara-perkara baru (bid’ah) karna dia menyesatkan. Bila kalian menemui kesesatan maka berpegang teguhlah dengan sunnah ku dan sunnah Khulafau Rasyidin, gigit kuat-kuat dengan geraham mu”. (HR Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majjah).

            Hadits Nabi SAW diatas secara tegas dan pasti memerintahkan kepada ummat Islam untuk berpegang teguh kepada sunnah rasul dan sunnah Khulafaur Rasyidin (khilafah). Diperkuat dengan kalimat gigit kuat-kuat dengan geraham mu, artinya jangan sampai terlepas dari sistem Khilafah, tentu hal ini kebalikan dari ucapan Ma’ruf Amin yang menolak sistem khilafah”, kata mantan komisi fatwa MUI pusat kepada redaksi majalah al khilafah pada 15 Ramadhan 1439 H.

“Khilafah adalah sistem pemerintahan Islam yang ringan dan mudah, biaya sedikit, tidak mubazir dan tidak memberatkan ummat, jauh dari kampanye-kampanye hitam, sikut menyikut, cocok dipakai seluruh dunia, mengundang rahmat dan berkah Allah SWT dari langit dan dari bumi”, kembali secara tegas ustadz yang sudah taslim ke dalam Khilfatul Muslimin ini menyatakan.

            “Selain khilafah adalah sistem jahiliyah, bodoh, amburadul, mubazir, biaya selangit. Menimbulkan gesekan-gesekan yang tidak sehat, menyengsarakan ummat, menjelek-jelekkan lawan tidak dipandang dosa, hutang menggunung, pengangguran dan kemiskinan meningkat, sistem diluar khilafah tidak mengenal halal haram, menghalalkan segala cara, bencana alam merebak sebagai peringatan keras dari sang Khalik, bahwa sistem yang kalian gunakan tidak sesuai dengan maunya sang Pemilik Alam. Maha suci Allah yang menjadikan segala sesuatu berpasang-pasangan, haq dan bathil, salah dan benar, atas dan bawah, gelap dan terang, jalan Allah dan jalan setan, khilafah jalan lurus dan selain khilafah jalan sesat”, demikian pernyataan tegas dari rekan sejawat yang sama-sama pernah berada di MUI sekaligus menutup tanggapannya.

            Pesannya kepada teman sejawat yang saat ini masih menjabat ketua MUI, “Saya menghimbau saudara Ma’ruf Amin bertaubat segera dan mencabut ucapan-ucapannya yang bertentangan dengan Al-quran dan sunnah. Semoga Allah SWT menguatkan iman kita sampai akhir hayat tetap menempuh shiratal mustaqim bersama para nabi, syidiqin, syuhada, dan shalihin, aamiin ya rabbal alamin. Tangerang, 30 Mei 2018 (15 Ramadhan 1439 H). (red, langsung dari KH. Muhammad Yakub Lubis, mantan Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat).

Facebook Comments
Tags:

Related Posts