KHILAFATUL MUSLIMIN ADAKAN KONFERENSI PERS TERKAIT HAJAT AKBAR, SYI’AR KEKHALIFAHAN ISLAM DUNIA

Khilafatul Muslimin mengundang para jurnalis dari berbagai media masa pada Jum’at 19/10/2018 di Kantor Sekretariat Panitia Syi’ar Kekhalifahan Dunia di Jl. Dakota 3 Jakarta untuk Konferensi Pers, terkait hajat besar yang mereka berinama Syi’ar dan Silaturahim Kekhalifahan Islam yang akan diadakan di Masjid Az-Zikra Sentul Bogor pada 17-18 November 2018.

Khilafatul Muslimin yang selama ini dikenal sebagai salah satu jamaah yang getol menyuarakan pentingnya bersatu dalam sistem Kekhilafahan Islam ini, pada kesempatan tersebut dalam konferensi pers melalui ketua Panitia Syi’ar dan Silaturamim Kekhilafahan Islam Dunia, Hadi Salam, yang didampingi oleh wakil ketua Muhammad Abudan dan bagian Publikasi dan Informasi Panitia Syi’ar, Wuri Handoyo memaparkan terkait diadakaannya konferensi pers tersebut.

“Kami mengundang para jurnalis dikesempatan ini adalah dalam rangka menginformasikan bahwa Khilafatul Muslimin dalam setiap 4 tahun sekali mempunyai hajat besar yakni mengadakan Syi’ar dan Silaturahim yang tujuannya adalah mengajak kepada ummat Islam dan kepada ummat manusia pada umumnya untuk turut hadir dalam hajat besar Syi’ar dan Silaturahim Kekhalifahan Islam Dunia yang In Sya Allah dilaksanakan di Masjidz Az-Zikra Sentul Bogor pada tanggal 17-18 November 2018. Kami berharap dengan hadirnya kaum muslimin pada acara tersebut semakin memicu kesadaran mereka untuk bersatu dalam sistem yang haq Khilafatul Muslimin.” Papar Hadi sebagai muqadimah dalam konferensi pers tersebut.

Selanjutnya dalam konferensi pers tersebut wakil ketua, Muhammad Abudan menyampaikan pernyataan resmi Press rilis dari Khilafatul Muslimin dengan tajuk, Indonesia adalah titik awal kebangkitan Islam Dunia, Khilafah antara tuduhan dan fakta.

“Bagi orang beriman, kebangkitan Islam bukan sekedar mimpi dan khayalan saja, tetapi sudah menjadi suatu keyakinan, bahkan keyakinan ini telah mengkristal menjadi sebuah tekad untuk segera melakukan persiapan dalam menyambutnya. Rasulullah juga telah mengabarkan, bahwa diakhir zaman kelak akan tiba masa Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah.”

Dalam kesempatan tersebut para jurnalis diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan seputar acara syi’ar dan Khilafah. Dalam sesi tanya jawab tersebut ada sejumlah pertanyaan yang disampaikan oleh para wartawan diantaranya :

Bagaimana sih hubungan Khilafatul Muslimin dengan Pemerintah Indonesia saat ini?

Menjawab pertanyaan tersebut Hadi Salam menyampaikan, Khilafatul muslimin itu menyakini bahwa mempersatukan umat adalah urusan ibadah. Maka yang namanya ibadah itu merupakan kewajiban setiap muslim. Jadi bukan tugasnya pemerintah akan tetapi merupakan tugasnya ummat Islam seluruhnya. Jadi hubungan Khilafatul Muslimin selama ini tidak ada bersinggungan dengan pemerintah, karena Khilafatul Muslimin ini kerjaannya berbeda dengan pemerintah yakni mempersatukan Ummat Islam tidak hanya di Indonesia akan tetapi ummat Islam seluruh Dunia dalam bingkai ajaran Islam sedangkan pemerintah ini tugasnya mempersatukan bangsa ini dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kekhalifahan seperti apa sih yang ingin diwujudkan oleh Khilafatul Muslimin selama ini?

Hadi Salam menjawab mengenai pertanyaan tersebut, bahwa Selama ini telah dikenal bahwa selaiin Khilafatul Muslimin ada Ummat Islam yang lain yang mengusung Khilafah Seperti di Negri Syam dan juga di Indonesia dikenal ada organisasi Hizbut Tahrir Indonesia yang selam ini getol menyuarakan Negara Khilafah. Ternyata “Khilafah itu tidak seperti yang diduga” selama ini, Khilafah yang diusung oleh Khilafatul Muslimin adalah Khilafah ‘Ala Minjain Nubuwwah yang merupakan Khilafah yang menjungjung konsep rahmatan lil alamin, khilafah yang cinta kedamaian, sebagai mana Rasulullah membawa Nubuwwah kepada ummatnya dengan rahmatan lil alamin.

Seberapa pentingkan Khilafatul Muslimin sehingga melakukan Ishlah atau klarifikasi kepada ummat terkait nama Khilafah, yang katanya selama ini telah dirusak ?

Khilafatul Muslimin berupaya untuk mengishlah atau klarifikasi yang tujuannya adalah untuk memperbaiki persepsi atau isu terhadap Khilafah yang telah keliru dan banyak beredar di masyarakat, yang selama ini khilafah itu identik dengan anarki atau kekerasan, biang teror dan sebagainya. Jadi Khilafatul Muslimin pada kesempatan Syi’ar dan Silaturahim nanti ingin meluruskan bahwa khilafah itu tidak seperti yang diduga oleh kebanyakan orang selama ini akan tetapi Khilafah itu adalah rahmatan lil alamin.

Apakah yang namanya Khilafah itu sebuah Negara atau Jamaah ?

Banyak orang selama ini salah faham terhadap khilafah, ada yang mengartikan bahwa khilafah itu adalah sebuah negara. Padahal sebenarnya khilafah adalah sebuah sistem untuk mempersatukan ummat, tidak hanya dalam satu teritorial negara akan tetapi khilafah adalah sistem global yang fungsinya untuk mempersatukan ummat Islam se-dunia dalam satu kepemimpinan di bawah seorang Khalifah. Atau dengan kata lain bahwa khilafah itu adalah sebuah Jamaah global ummat Islam se-Dunia. Sebagaimana termaktub dalam QS. Ali Imrah : 103 yang berbunyi :

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

Laporan : Muhammad Firdaus

Facebook Comments
Tags:

Related Posts