KHILAFAH FUTUH SETELAH MELAWAN KEDZHALIMAN

            Hampir sepekan lebih jalan darat menuju Aceh. Pada 2 Jumadits Tsani 1440 H (07/02/19) sampailah team redaksi yang terdiri dari Ustadz Mukhliansyah selaku pemimpin redaksi(pemred), Ustadz Tatang Kusnita, Ramadhani Nasution dan Syukri di kota Banda Aceh, tepatnya di masjid Baiturahim.

            Salah satu tokoh terkemuka Aceh yang ditemui team redaksi adalah Tengku Drs. Amir Hamzah yang pada saat setelah meng-imami shalat mengisi tausiyah di mesjid jami’ Banda Aceh.

“Bukan hanya Indonesia bahkan di dunia semua negara-negara Islam dipimpin oleh orang jahil. Bahkan Indonesia belum pernah melahirkan presiden yang mencintai Islam, begitu juga didunia Islam pun demikian.”, kata Tengku Amir Hamzah membuka sepenggal pendapatnya.

            Sambil memberikan majalah al khilafah edisi 71, Ustadz Mukhliansyah menyampaikan, “Kami ini keliling bersilaturahim ke seluruh negeri yang ada di Indonesia dengan niat mencari persaudaraan Islam. Dan kita ini sebenarnya rindu tegaknya Kekholifahan Islam. Kita ketahui runtuhnya Kekhalifahan Utsmaniyah di Turki tahun 1924 M. Dan fakta sejarah, Aceh juga mempunyai hubungan yang erat dengan Kekhalifahan Turki Utsmani”.

            Terkait majalah al khilafah yang di berikan pemred, Tengku Hamzah menyampaikan, “Saya berlangganan semua penerbitan dari HTI, karena misinya juga Khilafah. Sejak di bubarkan, saat ini tidak ada lagi“.

            “Kami sudah berdiskusi panjang dengan HTI, dengan sahabat saya Ust. Ismail Yusanto dan KH. Muhammad Khathat. Karena mereka mengusung Khilafah maka kita tanya siapa Kholifahnya biar kami segera membai’atnya. Kata mereka belum ada. Sementara menurut kami, setiap ajaran peran pemimpin itu sangat penting. Maka kami berjalan sejak di maklumatkan Kekhalifahan pada tahun 1997M dan mengangkat seorang Khalifah untuk sementara karena belum ada yang bersedia ketika ditawarkan dalam Kongres Mujahidin tahun 2000, namanya Syeikh Abdul Qadir Baraja’. Saat ini sudah tersebar ke seluruh Indonesia, sebagian ada di Malaysia, Bosnia, Nigeria dan Yordania”, papar pemred mengisahkan.

            “Bahwa Khilafah itu harus diusahakan, mengajak orang dengan dakwah, dan bapak-bapak juga sudah berusaha. Sesungguhnya orang yang berjuang itu semuanya berhasil. Keberhasilan itu ada dua, berhasil tegak berdaulat, sehingga Kholifah menjadi penguasa dan berhasil syahid, dia berjuang kemudian gugur dia akan masuk Surga juga disebut keberhasilan. Maka kita yang berjuang Iqomatuddien itu harus siapkan mental”, tegas Tengku Hamzah.

            “Berbicara masalah Khilafah fase terakhir berdasarkan keterangan banyak hadits disebutkan dari Timur. Ditafsirkan oleh beberapa ulama bahwa Timur itu adalah Persia, tetapi sejumlah ulama juga yang berfikir lebih luas bahwa Timur itu adalah Indonesia. Tetapi di sisi lain ada kelemahan, semua hadits tentang akhir zaman ini tidak sampai ke derajat sahih, sehingga ulama bisa mensyarahkan yang berbeda-beda, sehingga disimpulkan Kholifah itu tidak hanya satu orang, bisa beberapa orang di tempat yang berbeda”, ujar tengku.

            “Ini mohon maaf saya belum gabung dengan Khilafah ini, dalam hal ini posisi saya netral. Kriteria Khilafah yang diperjuangkan ini tidak sesuai dengan keterangan hadits tadi, tiba-tiba sudah diangkat sebagai Kholifah, sementara Kholifah yang di janjikan oleh Rasulullah kriteria yang pertama namanya sama dengan nama Rasulullah, nama ayahnya juga harus sama dengan ayah Rasulullah, Abdullah. Keriteria yang kedua berperang mengangkat senjata. Saya tidak pernah melecehkan Kholifah kita ini, saya muliakan, tetapi ketika diangkat secara tiba-tiba ini untuk diakui seluruh dunia Islam itu sangat mustahil dan bertentangan dengan janji Rasulullah tadi. Jadi seorang Kholifah itu harus berperang, jadi bukan tiba-tiba di bai’at. Sekali lagi saya tidak pernah melecehkan Kholifah kita ini, walaupun Allah bisa mengangkat derajat-nya, kemudian nanti beliau juga berperang dan ummat Islam berpihak kepada beliau dan kemudian Allah menangkan, ini tidak mustahil”, kata Tengku

            “Dan saya yakin kalau ustadz-ustadz ini sudah berbai’at kepada Kholifah itu tidak membuat kita berdosa, tidak membuat kita sesat. Karena tidak mungkin Kholifah yang baik ini mengajak kita kepada kesesatan. Walaupun beliau tidak berhasil secara dunia internasional, tetapi secara lokal ada pengikutnya dan selalu di jalan Allah, maka beliau berhasil”, papar Drs. Amir Hamzah.

            “Jadi Kholifah di angkat untuk sementara, dalam artian hal ini dilakukan dalam merintis Kekhalifahan yang harus ada pemimpinnya. Sampai nanti musyawarah tingkat dunia secara global menentukan seorang Kholifah. Sebagaimana yang pernah dilakukan dalam Kongres Mujahidin tahun 2000, walaupun pada saat itu mayoritas ulama yang hadir belum sepakat mengangkat Kholifah dalam sistem Kekhalifahan ini. Hingga sampai saat ini kita terus berikhtiar mendakwahkan Khilafatul Muslimin ini kepada ummat Islam”, kata Ustadz Mukhliansyah.

            “Jadi menangnya seorang Kholifah itu harus dengan senjata, jadi tidak mungkin menang dengan berdakwah saja. Jadi setelah beliau melihat kedzhaliman lalu melawan kemudian Allah menangkan. Maka perjuangan, kalau di Aceh Tengku-tengku (ulama) ini berat. Tapi saya yakin, misalnya Kholifah kita ini mampu menguasai minimal Sumatra saja, semakin banyak orang yang mengikuti beliau”, katanya melanjutkan pembicaraan.

“Kholifah ini termasuk muridnya Tengku Daud Beurueh yang ada di Aceh sewaktu di NII”, kisah pemred.

            “Saya yakin beliau berada di atas Al Haq (kebenaran), apalagi bersama Tengku Daud beureuh di dalam NII. Saya ada sebuah buku, namanya “Tarikhul Jazirah Nusantara”, karangan Syeikh Zakaria orang Mesir, dalam buku itu di katakan Imam Kartosuwiryo, Tengku Daud Beureuh, Kahar Muzakar mereka berada di atas Al Haq dan Syahid”, kata Tengku Amir Hamzah.

            “Jadi saya  hamba Allah yang lemah ini menyampaikan kepada bapak, selamat berjuang. Dan saya mau berlangganan majalah al-Khilafah kalau ada waktu ke sini tolong dibawakan”, pinta Tengku Hamzah dan menutup diskusi hangat ini. (red).

Tags:

Related Posts