KH. ROHMAT S. LABIB KETIKA DIALOG DENGAN KHOLIFAH : KHILAFAH SAAT INI SUDAH DI OPINIKAN KERAS, RADIKAL DAN INTOLERAN

Sebelum ramah tamah dengan Tengku Zulkarnain, Kholifah lebih dulu bersilaturahim dengan KH. Rohmat S. Labib, beliau dulunya di kenal mantan petinggi ormas yang sudah di larang yang juga mencita citakan tegaknya Khilafah, yang kebetulan ada jadwal ngisi ceramah juga di mesjid Al Amin, Medan pada 22 Juni 2019 (akhir Syawal 1440 H).

Terjadi dialog hangat di salah satu ruang di lingkungan mesjid jami’ Al Amin, Medan yang sudah di sediakan oleh panitia.

Sebagai pembuka Kholifah menyampaikan, “Sebab hancurnya Islam saat ini bukan karena tidak adanya orang alim (ahli ilmu), tetapi karena tidak adanya kesatuan ummat di dalam sistem Islam, yakni Khilafah Islamiyyah”. Pernyataan ini kemudian di benarkan oleh KH. Rohmat S. Labib yang hadir ketika itu.

“Maka hilangnya sistem kepemimpinan kekhalifahan Utsmaniyyah di Turki maka hilanglah syari’at Islam di muka bumi di seluruh dunia”, tegas Kholifah.

“Dalam beberapa kesempatan ramah tamah, saya sering menyampakan bahwa Bersatu itu wajib atas perintah Allah dan Dienul Islam ini sudah sempurna, apakah kemudian cara bersatu yang merupakan kewajiban dari Allah ini tidak di kasih tau caranya sehingga perlu cara baru untuk Bersatu ?”, tanya Kholifah mengajak sama sama  berfikir.

“Justru hari ini ketika kita ajak ke pemahaman Khilafah, mereka media sekuler membuat pemikiran atau opini yang kontra, di katakan radikal, keras, intoleran dan pemecah belah bangsa. Sehingga ummat Islam yang besar ini merasa ketakutan, dan justru phobia ini di ciptakan oleh sebagian dari “ulama-ulama” yang pro terhadap sekuler. Inilah tugas kita untuk menerangkan secara jelas kepada ummat, hasilnya Allah yang tentukan, namun upaya harus terus di lakukan”, terang KH. Rohmat S. Labib mantan petinggi ormas yang mencita-citakan Khilafah juga di Indonesia.

Untuk lebih lengkap mengetahui dialog ini silahkan simak di majalah al khilafah edisi 72 mendatang di rubrik kalam (red).

Di akhir acara para hadirin saling bermusafahah dan saling mendo’akan agar tetap istiqamah berjuang untuk Islam. Semoga Allah satukan kita yang sudah bersyahadat ini dalam sistem Islam yakni Khilafah Islamiyyah, aamiin. (TB, Anil dari Medan).

Tags:

Related Posts