KERAS DI HALANGI JUSTRU KHILAFAH SEGERA TEGAK

OPINI 0

Tubagus Herzamli

Dewasa ini, berbagai upaya keras menghalang-halangi tegaknya Islam dalam Sistem Khilafah bahkan keras di dzholimi, dilarang dan bahkan di bubarkan paksa. Phobia adalah salah satu alasan orang menolak Khilafah, bagi non muslim mungkin mereka belum faham, wajar kalau mereka ada ketakutan walaupun sejarah membuktikan justru ketika Kekhalifahan tegak mereka malah justru berpindah kepada pemerintahan Islam ketimbang di perintah oleh pemimpin nya sendiri yang justru cendrung bersebrangan dengan ajaran mereka.

Sebagai contoh saat ini yang memiliki kekuasaan justru dari kalangan mereka, Islam sama-sama kita ketahui sedang mengalami keterpurukan. Di AS, Eropa, justru mereka berkuasa tetapi justru kitab suci mereka tidak berlaku. Penulis pernah bertemu dengan penganut Nashrani yang “taat”, dia mengatakan kepada saya, saat ini kami yang memiliki kekuatan tetapi justru bukan kitab suci kami yang berlaku, sebagai contoh di kitab suci kami yang namanya LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan transgender) itu hukuman nya mati, kalau sebagai penganut yang taat harusnya mereka di hukum sesuai kitab suci agama kami, tetapi kenyataannya dalih hak asasi mereka malah di lindungi dan berkembang pesat. Tetapi fakta sejarah ketika kami berada di bawah Khilafah justru kami diberikan kebebasan melaksanakan ajaran kami sesuai kitab suci kami. Masya Allah, orang non muslim saja tau kebenaran Islam.

Sangat lucu kalau justru orang Islam sendiri yang takut (Phobia) dengan Khilafah dan berlakunya syari’at Islam. Dia sudah enjoy dengan negara saat ini walau tidak tegak ajaran agamanya. Bahkan saking ketakutannya, mereka memfirnah bahwa pejuang Khilafah itu makar, akan membuat negara dalam negara, karena Khilafah sendiri diartikan sebuah negara. Pemikiran yang kerdil dan tak berdasar, padahal Khilafah adalah al jama’ah.

Istilah Negara di kenal baru sekitar abad ke 19 oleh orang-orang Eropa. Dengan definisi, sebuah kedaulatan dengan batas teritorial yang di batasi oleh kedaulatan yang lain. Dalam Islam Negara yang pertama di bentuk namanya Arab Saudi, sebagai bentuk pembangkangan terhadap Khilafah Utsmaniyah di Turki sekitar tahun 1900. Dulu Islam tidak kenal istilah negara, karena Islam akan terkotak kotak dan akan terperangkap dengan ashobiyah. Sejak runtuhnya Khilafah Utsmani di Turki tahun 1924 wilayah Khilafah di pecah menjadi 50 negara dalam perjanjian Sykes Picot, hingga kini perpecahan dalam negara-negara mencapai ratusan. Dan hal ini akan terus di gencarkan oleh Barat agar ummat Islam tidak boleh BERSATU.

Sesungguhnya Islam ini hanya terpimpin oleh dua sistem, yakni An Nubuwah (kenabian) dan ini sampai Rasulullah, setelah nya para sahabat bersatu dalam kepemimpinan sistem Khilafah dan Abu Bakar Ash Shidiq sebagai Kholifah pertama setelah Rasulullah. Khilafah itu sistem kepemimpinan Islam yang universal tanpa batas teritorial negara, khilafah ini lingkup nya bumi Allah (fil ardhi) jadi tidak tersekat oleh batas teritorial. Maka dengan KHILAFAH ummat Islam seluruh dunia menjadi satu kepemimpinan, tidak lagi Islam Malaysia abai terhadap Islam Indonesia, juga abai terhadap Islam Timur tengah bahkan akibat Islam di kotak2 oleh negara hanya alasan membela negara muslim Malaysia dulu hampir perang melawan muslim Indonesia, fakta sejarah ini terjadi. Allah sudah khabarkan dalam firman Nya, “Katakanlah, “Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan akibat perpecahan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)”. (QS. Al Anam (6) : 65). Seharusnya sesama muslim itu bersaudara tidak peduli apapun negara nya, (QS. Al-Hujurat (49) : 10 ).

Bagi para pengemban amanah agar tegaknya Khilafah, jangan lah surut semangat dan bersedih hati, Kekhalifahan ini pasti Allah menangkan. Justru yang menjadi kerisauan kita saat ini adalah apa andil kita dalam menyongsong Kebangkitan Islam dalam sistem Khilafah ini. Dan penting juga agar pribadi-pribadi para petugas Kekhalifahan memantaskan diri utuk di pilih sama Allah sehingga pantas mengemban amanah ini. Karena dalam ayat Nya manusia telah berjanji untuk mengemban amanah Iqomatuddien. Sebagaimana Allah tegaskan dalam firman Nya, “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”. (QS. Al Ahzab (33) : 72).

Ada yang berpendapat bahwa tegaknya Khilafah itu oleh pribadi yang menegakkan Khilafah dalam dirinya, kalau tidak maka mustahil Khilafah ini akan di menangkan Allah ajawajalla. Ya, penulis sependapat dengan pernyataan ini, bahwa kita sebagai manusia yang muslim adalah Kholifah di muka bumi. Artinya diri-diri kita ini adalah Khalifah / pengemban amanah dari Allah dan Rasul Nya untuk mempraktekan Islam yang rahmatan Lil ‘alamin di bumi Ciptaan Nya dan wajib menyampaikan nya kepada ummat manusia.

Maka Sebagai Kholifah minimal kita bisa memimpin diri kita untuk tunduk dan patuh hanya kepada Allah dan Rasul Nya sebagai konsekuensi syahadat kita. Maka bukti syahadat kita adalah, mengerjakan sholat, puasa, haji, bermuamalah dengan Islam, tinggalkan riba, ber ekonomi Islam, berhukum hanya kpd hukum Allah, tinggalkan segala sesuatu yang tidak bersumber dari Al Qur’an dan hadits. Berislamlah secara kaaffah (paripurna). Maka inilah yang di katakan individu yang mencerminkan Kholifah di muka bumi pengemban risalah Allah dan Rasul Nya.

Bagaimana mungkin KHILAFAH ini kita tuntut untuk tegak kepada individu yang lalai memimpin diri nya untuk Taat kepada Allah dan Rasul Nya. Pribadi yang gemar maksiat, suka meninggalkan sholat, masih suka riba, suka maling dan korupsi, senang dengan demokrasi karena aman bagi dirinya, menjadikan org kafir sebagai walinya, meninggalkan hukum2 Allah, musyrik dan suka mengabdi kepada thagut.

Tadzkirah untuk para PERUGAS KEKHALIFAHAN yang sedang Allah pilih untuk mengemban amanah Allah di muka bumi ini dalam menegakkan Dien Nya (Iqomatuddien). Semoga kita adalah orang-orang yang Allah pilih bukan yang Allah gantikan, (QS. Al-Maaidah: 54). Semakin keras Khilafah di halangi dan di dzhalimi maka Allah akan segerakan tegaknya Khilafah di bumi Ciptaan Nya. Wallahu a’lam.

Tags:

Related Posts