ISLAM KUASAI SEPERTIGA DUNIA DENGAN KHILAFAH

OPINI 0

Tubagus Herzamli

Rasulullah SAW bersabda, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di lautan. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit “wahn”. ”Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “cinta dunia dan takut mati.” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud).

Nubuwah Rasulullah SAW telah terjadi saat ini. Kehinaan, terdhalimi, tertindas, bahkan nyawa kaum muslimin hampir tidak berarti, di cap teroris, radikal, biang kerok kekerasan dalam setiap pemberitaan yang memang sedang di kuasai oleh orang kafir. Islam yang telah terpecah berkeping-keping dalam sebuah negara-negara akibat ashobiah nasionalismenya asyik sendiri mengurusi negaranya tanpa peduli  dengan nasib saudara muslim nya yang ada di negara lain. Bahkan tidak hanya tidak peduli, bahkan sesama negara muslim pun siap bunuh-bunuhan hanya karena membela atas nama bangsa dan negara.

Ketahuilah bahwa Perpecahan adalah azab Allah sebagaimana Allah tegaskan dalam firman Nya, “Katakanlah, Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (firqah) yang saling bertentangan dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran kami silih berganti agar mereka memahami(nya)”. (QS. Al Anam (6) : 65).

Namun perlu di ingat oleh kaum muslimin saat ini yang kebetulan berada dalam kondisi yang seperti di nubuwah oleh Rasulullah SAW, bahwa ummat Islam ini pernah berjaya menguasai sepertiga dunia selama ratusan bertahun-tahun, dan kekuatan ummat Islam menjadi di perhitungkan dalam kancah dunia. Sudah semestinya kita berkaca ke masa lalu untuk meneladani sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in. 

Belum ada dalam sejarah dunia, hanya dalam 30 tahun menguasai sepertiga dunia. Hanya di zaman khulafa Ar-Rasyidin yakni, Khalifah Abu Bakar Ash Shidiq RA, Khalifah Umar bin Khathab RA, Khalifah Usman bin Affan RA dan Khalifah Ali bin Abi Thalib RA  serta beberapa Khalifah bani Umayyah. Islam menguasai hampir sepertiga dunia. Dua imperium besar saat itu hancur yaitu Persia dan Romawi. Mesir dan Afrika Utara, Spanyol (Andalusia) dan Sebagian Eropa, Persia dan sebagian Asia Tengah mejadi kekuasaan Islam. Kemudian dalam waktu yang cukup lama di bawah naungan Islam, mereka makmur dan berjaya sebagaimana zaman khalifah Umar bin Abdul Aziz yang saat itu sulit mencari orang yang mau menerima sedekah, lantaran hampir tidak ditemui orang miskin serta kemakmuran dirasakan oleh makhluk selain manusia.

Mungkin orang sekarang akan berkata, politik yang kuat, ekonomi yang besar dan militer persenjataan yang lengkap. Itu kunci ingin sukses dan berjaya menurut akal mereka. Ternyata tidak, sudah banyak sejarah bangsa terdahulu dan negara-negara dengan politik kuat, ekonomi stabil ternyata tidak terlalu lama berkuasa kemudian hancur bahkan tidak tersisa bekas sedikitpun.

Dari sisi persenjataan, jangan bandingkan senjata orang Arab dengan manjanik (pelempar batu besar) milik orang Persia dan Romawi. Jumlahpun sering sekali kalah jauh, ingatlah perang Mu’tah, 3000 muslimin melawan 200.000 musuh, ingat juga perang Badar berapa jumlahnya. Mengapa kaum muslimin bisa menang? Kuncinya adalah BERSATU dalam Al Jama’ah sebagai bukti tauhid dan keimanan yang benar, realisasi ketaatan kepada Allah, Rasul dan Ulil Amri.

Ada benarnya orang berpendapat bahwa kekuatan ekonomi, politik dan militer penting untuk sebuah kemenangan, akan tetapi yang lebih utama adalah kesatuan ummat Islam dalam Al Jama’ah yang ketika itu terwujud dalam sistem Khilafah Islamiyyah yang di pimpin oleh seorang Khalifah /Amirul Mukminin, sebagai bukti Tauhid dan Keimanan yang benar. Inilah yang tegaskan oleh Allah di dalam Al Qur’an, “…Tegakkanlah Ad Dien (agama) dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya…” (QS. Asy Syura (42) : 13). Rasulullah SAW dalam hadits bersabda, “Persatuan (berjama’ah) adalah rahmat dan perpecahan adalah adzab”. (HR. Ahmad dari Nu’man bin Basyir dengan derajat hasan).

Hampir 1300 tahun ummat Islam menjadi kekuatan yang besar dan di segani. Dan ummat Islam harus menyadari bahwa kejayaan ini di raih oleh Rasulullah SAW, Sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in hanya dengan kesatuan ummat Islam dalam satu kepemimpinan sebagai wujud realisasi dari perintah Allah. Dan satu-satunya sistem kepemimpinan Islam dan tidak ada yang lain bahkan tidak akan bisa tergantikan hingga hari kiamat nanti yakni Sistem Khilafah Islamiyyah.

Sepertiga dunia di kuasai oleh Islam dengan sistem Kekhalifahan, 1300 tahun Islam menjadi kekuatan yang di perhitungkan dunia juga dengan sistem kekhalifahan dan akhir zaman Rasulullah SAW juga mengabarkan akan kebangkitan ummat Islam hingga kembali berjaya dan di pimpin oleh Imam Mahdi adalah dengan sistem Kekhalifahan tidak dengan sistem yang lain. Lantas kenapa ada ummat Islam yang phobia dengan sistem nya sendiri. Era hari ini adalah era kebangkitan Islam, tidak ada satu kekuatanpun yang dapat menghalanginya sebagaimana prediksi Rasulullah SAW yang pasti benar adanya. Maka apa andil kita ummat Islam dalam menyongsong kebangkitan Islam yang pasti dengan sistem Kekhalifahan. Segera mengambil sikap dan segeralah merapkan diri kepada Kekhalifahan Islam yang telah di maklumatkan, Kekhalifahan milik kaum muslimin (Khilafatul Muslimin). Wallahu a’lam

Related Posts