GENERASI ALPHA, GENERASI HARAPAN

OPINI 0

Ummu Asya’

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allaah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” [QS. An-Nisa’ (4): 9].

Pernah mendengar istilah Generasi Alpha? Sebuah generasi yang diprediksi akan menutup peradaban 100 tahun “Dunia Tanpa Kekhilafahan”. Generasi yang diperkirakan akan membawa kembali kejayaan Islam di bumi sehingga mendorong kaum kuffar berupaya maksimal memadamkan generasi ini dari cahaya Islam menuju hedonisme belaka.

            William Strauss dan Neil Howe, sejarawan Asal Amerika Serikat, coba mengklasifikasi perkembangan manusia berdasarkan generasinya, yaitu masa saat manusia itu lahir dan tumbuh. Maka didapatkan setidaknya ada lima generasi yang masih eksis sejak Kekhilafahan Islam runtuh hampir 100 tahun silam lalu. Generasi Baby Boomers, X, Y (Generasi Milenial), Z, dan kini Generasi Alpha yang dipercaya akan mendominasi masa depan.

            Setiap generasi memiliki karakter tersendiri, namun memiliki kesamaan mendasar, yaitu perkembangan generasi berikutnya merupakan efek samping dari generasi sebelumnya. Termasuk di dalamnya Generasi Alpha yang terlahir dari sebagian besar orang tua Generasi Milenial, lalu akan terdidik oleh Generasi Z. Maka bisakah kita bayangkan, potensi seperti apa yang diberikan oleh Allaah SWT terhadap generasi masa depan ini? “Maka Aku bersumpah demi Rabb yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya (matahari, bulan, dan bintang), sungguh, Kami pasti mampu, untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik …” [QS. Al-Ma’arij (70): 41]

            Bukankah sebagian besar Generasi Milenial (1981-1995) memiliki latar visioner yang inovatif? Pada masa itu mereka lahir dan tumbuh dalam zaman perjuangan. Teknologi dan informasi mulai berkembang, pergerakan Islam yang sempat dipadamkan coba menggeliat dari persembunyian, dan percepatan dalam memperoleh informasi tampak signifikan. Kondisi ini melahirkan generasi pembaharu dari zamannya. Ketika pribadi perintis ini melahirkan keturunan, apalagi yang akan mereka wariskan selain jiwa-jiwa pionir yang membawa perubahan? Maa syaa Allaah.

            Lantas bagaimana dengan Generasi Z yang lahir dan tumbuh pada era globalisasi (1996-2010)? Zaman yang mendorong individu untuk berfikir dan bertindak cepat serta menjadi terdidik dan ternama di usia yang relatif muda. Ketika pribadi ini menjadi seorang pendidik, apalagi yang akan ia ajarkan kepada muridnya selain menjadi pribadi terpelajar yang sigap mengambil tindakan? Maa syaa Allaah.

            Perpaduan asuh dan asih yang apik bagi Generasi Alpha (>2010) yang kini mulai tumbuh dan akan terus berkembang. Generasi yang diduga mampu mengibarkan kalimat Laa Ilaaha Illallaah di bumi, atau justru menjadi generasi yang menjerumus kan peradaban manusia ke dalam adzab Allaah SWT. Hal ini ditentukan oleh pemahaman dasar para Generasi Alpha, syari’at Islam yang mulia atau nilai-nilai kaum kafir yang hina. Jika pendidikan Islam yang lurus menjadi dasar potensinya, maka kebangkitan Islam adalah sebuah keniscayaan yang segera.

            Benarlah nasihat Khalifah Ali bin Abi Thalib RA, “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya karena mereka hidup bukan di zamanmu”. Pada sisi ini pendidikan kekhilafahan mengambil peran yang teramat penting untuk mempersiapkan generasi masa depan. Menyelamatkan potensi besar yang dimiliki para penerus dari racun hedonisme yang ditawarkan kemajuan zaman dan didominasi oleh kaum kuffar. Menampung jiwa-jiwa pejuang yang telah ditanamkan orang tua agar terarah dalam perjuangan Islam yang haq, yaitu Kekhilafahan Islam.

            Melalui Pendidikan Kekhilafahan, Generasi Alpha akan menjadi generasi superior yang sesungguhnya karena terasuh dan terasah dalam sistem Islam. Generasi yang siap terorganisir dalam sistem yang haq dan siap terpimpin oleh pemimpin yang haq pula, Amirul Mukminin. Generasi yang mendatangkan rahmat Allah sehingga diberikan kemampuan untuk memperbaiki kerusakan yang kini tengah merajai bumi dengan kekufuran dan kemaksiatan. “Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang zhalim yang telah Kami binasakan, dan Kami jadikan generasi yang lain setelah mereka itu (sebagai penggantinya).” [QS. Al-Anbiya’ (21): 11]

            Namun generasi superior ini tidak secara instan muncul dari dalam pondok. Sebelumnya ia telah terdidik dari dalam rumah, tempat awal dimana setiap manusia akan belajar sejak penciptaannya. Maka pendidikan berbasis kekhilafahan harus dibawa dan dimulai dari rumah-rumah umat muslim. Kemudian dilanjutkan dan dimantapkan oleh lembaga pendidikan kekhilafahan yang kini masih dipercayakan kepada Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah (PPUI).

            Dalam menyetarakan percepatan pertumbuhan Generasi Alpha ini, cabang-cabang pondok yang berbasis kekhilafahan terus disebar dan diperbaiki sistemnya. Hal ini adalah salah satu upaya dalam memperkecil peluang bagi potensi anak muslim untuk terlempar ke dalam pendidikan yang sistemnya berseberangan dengan Islam. Juga memastikan bahwa generasi masa depan yang saat ini jumlahnya terus meningkat, bisa tertampung dan terdidik dalam sistem Islam Al-Haq.

            Ya, bukankah anak-anak kita yang sedang tumbuh ini merupakan Generasi Alpha, sebuah generasi yang akan mendominasi masa depan? Pada mereka disematkan harapan bahwa Islam akan tegak secara kaffah. Generasi masa depan yang dikhawatirkan oleh kaum kuffar sebagai pengibar bendera Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah. Generasi yang siap menegakkan dienullaah dan membawa kembali peradaban manusia dalam cahaya Islam.

            Tidaklah heran apabila kaum kuffar menyangka bahwa era kebangkitan Islam akan kembali dengan segera. Terbibit sejak saat ini, dan dapat dipetik hasilnya tidak lama lagi. Pada tahun-tahun dimana Generasi Alpha ini mulai menginjak usia baligh yang produktif. Usia muda belasan yang dibekali kemampuan untuk menjadi terpelajar, seperti Ali bin Abi Thalib RA dan ‘Aisyah binti Abu Bakr RA, namun bisa membawa perubahan menuju cahaya Islam layaknya Sang Pembebas Konstantinopel, Muhammad Al-Fatih.

            Semoga apa yang kita usahakan saat ini bernilai ibadah dan menjadi do’a yang diijabah untuk meninggalkan generasi penegak agama dalam payung khilafah. Pada mereka harapan disematkan untuk menjadikan Islam kembali gemilang di masa akan datang. Melalui Generasi Alpha yang terdidik dalam pendidikan Islam dan kekhilafahan akan tercipta generasi harapan yang terpimpin dan terorganisir dalam kebenaran sistem Islam. Wallaahu’alam.

Tags:
Rate this article!

Related Posts