DISKUSI AMIR BORNEO DENGAN WARGA SURIAH : “SEBELUM BERBAI’AT PERTEMUKAN SAYA DENGAN KHALIFAH”

Kebenaran itu mutlak dan bisa di terima oleh seluruh ummat Islam khususnya dan ummat manusia secara universal yang berada di muka buminya Allah, kalau parsial berarti dia golongan atau ashobiyyah alias firqah. Demikianlah sepertinya pendapat yang kuat agar kita bisa satu mindset dalam hal “BERSATU”, red.

Luar Biasa ! Pemuda asal bumi Syam (Suriah) yang membuka usaha di Kalimantan, Indonesia memberikan perhatian kepada Kekhalifahan kaum muslimin (Khilafatul Muslimin) perwakilan wilayah Borno pimpinn Ustadz Amiruddin, pasca adik istrinya yang telah menyatakan berbai’at dan bergabung dengan kekhalifahan.

 Tanggal 20 Ramadhan 1441 H (13/05/20), syeikh Muhammad Sajie sengaja mengundang amir wilayah Borneo, Ustadz Amiruddin untuk berdiskusi dengan format Ifthor Jama’i (Buka pusasa bersama) di kediamannya.

“Syarat iqomatuddien (menegakkan agama) adalah bersatu atau berjamaah dan satu-satunya sistem Islam sebagai wadah ummat Islam berjamaah /bersatu adalah Khilafah Islamiyyah tidak ada yang lain, sebagaimana Allah isyaratkan di dalam firman Nya di Qur’an surat Asy Syura (42) ayat 13”, kata Ustadz Amiruddin membuka diskusi.

 “Saya sepakat dengan hujjah-hujjah yang di sampaikan namun ketika saya berbai’at itu artinya saya sedang menjual diri saya kepada kekhalifahan Islam ini, saya harap sebelum saya mengikrarkan janji setia (bai’at), pertemukan dulu saya dengan Khalifah / Amirul Mukminin, (Syeikh Abdul Qadir Hasan Baraja’ hafidzahullohuta’ala, red), kata syeikh Muhammad Sajie kepada amir wilayah.

“Baik, Insya Allah Muharram Khalifah ada jadwal safari dakwah dan pembinaan ummat yang berada di struktural Kekhalifahan Islam wilayah Borneo”, lanjut amir wilayah. (red, AD, Borneo).

Tags:

Related Posts