BERSATU PERINTAH ALLAH KENAPA DI LARANG

OPINI 0

Tubagus Herzamli

Allah Subahanahu wata’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. (QS. Ali Imran (3) : 102).

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabb mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang di sediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. (QS. Ali Imran (3) : 133).

Siapa yang melaksanakan perintah perintah Allah dalam hal ini BERSATU dan menghindari Larangan Nya dalam hal ini Berpecah Belah, maka mereka termasuk ke dalam kategori orang-orang yang beriman dan bertaqwa … !

Lihat ayat-ayat Allah yang memerintahkan kita untuk BERSATU :

  1. “… Tegakkanlah Dien (agama) dan janganlah kamu berpecah belah (wajib bersatu) tentangnya …”. (QS. Asyura (42) : 13).

  1. “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai …”. (QS. Ali Imran (3) : 103).

  1. “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka … “. (QS. Ali Imran (3) : 105).

  1. “…Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah (Syirik), yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan…”. (QS. Ar Rum (30) : 31-32).

PERTANYAAN NYA, ADAKAH WADAH BERSATU NYA UMMAT ISLAM SELAIN DI DALAM “KHILAFAH” ? Bahkan Ulama yang lurus yang benar-benar pewaris Nabi tidak bisa membantah hal ini. Mereka tidak berani menyelisihi Al Qur’an dan Al Hadits.

Kami bersatu di dalam satu-satu nya sistem Islam yakni sistem Khilafah ini, adalah sebagai bentuk melaksanakan ibadah kami kepada Allah, sebagaimana hidup kita ini tidak lain hanya untuk beribadah kepada Allah. Allah Subahanahu wata’ala berfirman, “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah (mengabdi) kepada-Ku”. (QS. Adz Dzariyat (51) : 56).

Pertanyaan nya ketika kami ini ingin beribadah sesuai kitab suci kami, Al Qur’an kenapa di larang dan bahkan di paksa untuk di bubarkan ? Ada sentimentil apa kalian dengan Islam ?

Sementara UUD 45 pasal 29 ayat 2 yang berlaku di negri ini mengatakan, “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”. SANGAT TIDAK BERTENTANGAN !!!

TETAPI KENAPA MEMAKSAKAN KEHENDAK DAN MALAH MELARANG KAMI UNTUK BERIBADAH SESUAI KEYAKINAN DI DALAM KITAB KAMI, YAKNI AL QUR’AN … !

Dakwah Khilafatul Muslimin ini bersifat opensive (terbuka), dan alamat maktab sudah tersebar dan siap untuk dialog terbuka.

Dengan perlakuan sebagian kelompok entah untuk kepentingn apa, justru telah merusak prinsip aturan yang berlaku di negri ini. Apalagi kalau di tinjau dari sisi Al Qur’an dan Al Hadits yang merupakan kalamullah dan sunah Nabi Shallahu alahi wasalam, sangat tidak tepat sekali.

Mudah-mudahan ummat Islam bijak dalam hal ini, tidak latah dan hanya ikut-ikutan yang nantinya justru hanya akan membahayakan prinsip Aqidah ummat Islam itu sendiri yang resikonya Allah akan hinakan kalian di Neraka. Karena yang ada khabar Surga dan Neraka hanya ada di dalam kitab suci.

Sebagai bahan renungan marilah kita tadzkirah ayat-ayat Allah di bawah ini :

“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah”. (QS. An Nisa’ (4) : 76).

“Ingatlah ketika Rabb mu berfirman kepada para Malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi … “. (QS. Al baqarah (2) : 30).

“Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui”. (QS. Al Baqarah (2) : 42).

“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?”. (QS. Al Maidah (5) : 50).

Semoga dengan tadzkirah ayat Allah ini ummat Islam sadar harus kemana hidupnya ini di wakafkan, apakah untuk selain Allah ataukah hanya untuk Allah. Pilihan ada di tangan kita masing-masing, mau Surga atau Neraka. Wallahu a’lam.

Tags:

Related Posts