ANSHORULLAH TINGGI DERAJATNYA DI HADAPAN ALLAH

OPINI 0

Zulkifli Rahman Al Khateeb

Istilah Nahnu Anshorulah hanya dapat di fahami oleh orang yang benar imannya. Prinsip hidupnya senantiasa untuk Allah dan Rasul-Nya, maka dia siap berkorban apa saja demi Iqomatuddien karena dia faham betul balasan apa yang akan Allah sediakan di Surga-Nya.

Di Dalam QS. At Taubah ayat 19-20 Allah tegaskan bahwa derajat mereka berbeda. Allah SWT berfirman, “Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian serta bejihad di jalan Allah? mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.

Untuk lebih mengenal Anshorulah mari kita simak wawancara singkat dengan Ust. Zulkifli Rahman Al Khateeb selaku Amir Daulah INTI (Indonesia bagian Timur) :

Assalamualaikum Wr wb ustadz, apa khabar nya dan sedang apa saat ini ?

Waalaikumsalamwrwb. Alhamdulillah kabar baik. Sedang mengarahkan perhatian untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan warga Khilafatul Muslimin di Bagian Timur Indonesia.

Langsung saja ustadz tema edisi 71 ini tentang Asnhorullah, Penolong agama Allah. Maksudnya bagaimana ustadz, bukankah Allah tidak butuh pertolongan dari hambanya tetapi istilah di dalam Qur’an ini Anshorullah, mohon penjelasannya ustadz ?

Maha suci Allah dengan segala firman-Nya. Allah memang tidak butuh pertolongan siapapun untuk menegakkan dienNya. Namun Allah memberikan peluang kepada hamba-Nya untuk turut andil dalam penegakan Dien (agama) -Nya, untuk melihat siapa diantara mereka yang memang pantas untuk mendapatkan Surga yang dijanjikan.

Apa ciri dan karakter yang paaling menonjol dari seorang yang bisa di katakan Anshorullah ustadz ?

Para Anshorullah tentunya dalam setiap aktivitas senantiasa mengutamakan kepentingan Allah, bukan kepentingan dirinya. Jikapun mereka harus berjuang, tujuan utama perjuangannya adalah untuk meninggikan kalimat Allah, bukan untuk sebuah kekuasaan, bahkan bukan hanya untuk mengejar gelar syuhada. Bukan yang penting dirinya mati syahid, tapi yang penting kalimat Allah menjadi tinggi.

Seperti dalam ayat di atas bagaimana sesungguhnya perbedaan derajat orang yang menjadi Anshorullah ?

Derajat keutamaan mereka karena Allah menjanjikan kasih sayang dan keridhoan Allah serta Surga dengan kenikmatan yang tiada tara, kekal selamanya.

Untuk saat sekarang ini, apa yang sangat urgent kita kerjakan untuk menjadi Anshorullah?

Menolong agama Allah, sejatinya bukan pekerjaan yang mudah, maka tidak mungkin kita hanya sendirian melakukannya, mesti harus bersatu padu. Sudah kita bersatu saja belum bisa dikatakan mudah, apalagi dalam kondisi berpecah belah. Maka yang paling urgent saat ini adalah kita bersatu dan mengajak ummat untuk bersatu. Allah menyayangi orang yang bersatu dan membenci orang yang berpecah belah.

Bukankah kita sudah bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita bisa menjadi Anshorullah didalamnya? Mohon penjelasannya ustadz.

Bersatu yang diperintahkan oleh Allah adalah bersatunya semua hamba Allah di seluruh dunia ini, bukan sekedar bersatunya sekelompok hamba-Nya di suatu negeri tertentu. Bersatu dalam membela dan mempertahankan aqidah, bukan sekedar bersatu dalam membela dan mempertahankan sepetak bumi (tanah air). Bersatu dalam membela Dienullah (agama Allah), bukan sekedar bersatu untuk membela tanah. Persatuan yang pernah dicontohkan oleh para sahabat Nabi saw yaitu bersatu dalam Kekhalifahan Islam Dunia, bukan memecah belah Islam dalam negara negara Islam, apalagi bukan negara Islam.

Bagaimana dengan orang beriman tetapi karena ketidak fahamannya tentang Islam apakah bisa menjadi Anshorullah?

Siapa saja bisa menjadi Anshorullah, baik yang faham maupun yang awam. Justru dengan bersatu dalam Kekhalifahan Islam dan menjadi Anshorullah maka kita akan menyamakan persepsi dan pemahaman kita hingga tidak terus menerus menjadi orang awam. Mari terus belajar dan berjuang menjadi Anshorullah, semoga Allah senantiasa menyertai kita dalam setiap aktifitas perjuangan kita untuk meninggikan kalimat Allah.

Jazakumullah khair atas jawabannya ustadz, semoga semua bisa di jadikan renungan untuk kemajuan Dien ini ke depan, aamiin.

Tags:

Related Posts