ADAKAH WADAH BERSATU UMMAT ISLAM SELAIN KHILAFAH

                Selasa, 07 Rabi’ul Akhir 1439 H (26/12) bertempat di Hotel Grand Surya, lantai 3 secara resmi Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik) Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengundang Ust. Amiruddin D, selaku amir wilayah Khilafatul Muslimin untuk daerah Kalimantan (Borneo) agar dapat menghadiri acara Dialog dengan menghadirkan berbagai ormas, orpol, aparat TNI, POLRI, FKUB, FKDM dan MUI setempat sebagai pembanding.

            Acara dibuka secara langsung oleh ketua Kesbangpol kabupaten Kotabaru dan memberikan kesempatan kepada ketua MUI Kotabaru untuk menyampaikan pendapatnya. “Bahwa Indonesia ini dibangun dari keragaman, terdiri dari berbagai suku, ras dan agama, jadi sudah sangat sesuai bahwa Pancasila ini sudah final. Jadi silahkan membuat Ormas, orpol tetapi harus berada di naungan “Ibu Pertiwi”. Jadi bagi yang tidak setuju dengan Pancasila ini mari rapatkan kembali ke pangkuan “Ibu Pertiwi, kita berjuang bersama-sama agar Islam ini jaya dalam wadah Pancasila”, demikian ajakan ketua MUI kepada forum.

            “Kita sebagai warga negara hendaknya bisa sama-sama menjaga ketertiban dan saling menghormati terhadap sesama pemeluk agama, bagi orang Hindu silahkan dengan Hindunya, bagi yang Kristen silahkan dengan Kristennya, begitu juga dengan Islam silahkan dengan Islamnya. Intinya menjaga kerukunan antar ummat beragama tidak boleh saling menjelek-jelekan dan saling menyalahkan”, harapan ini disampaikan oleh aparat TNI semakna juga apa yang disampaiakn oleh POLRI yang hadir pada saat itu.

            “Kepada perwakilan Khilafatul Muslimin saya memberikan masukan jangan kalian merasa benar sendiri, kita ini sama saja, kita sama-sama ingin memperjuangkan Islam”, demikian kritik dari ketua NU Kotabaru dalam kesempatannya.

            “Iya kami ini merasa seperti yang disampaikan tadi, orang-orang Khilafatul Muslimin ini dalam dakwah sepertinya merasa paling benar dan seolah-olah kami-kami ini salah, jangan lah seperti itu. Mau dibawa kemana perjuangan Khilafatul Muslimin ini”, tambahan yang semakna ini disampaikan oleh perwakilan Muhammadiyah.

            Semua yang hadir memang di berikan kesempatan sebebas-bebasnya untuk mengemukakan pendapatnya dan memberikan kritik, saran dan juga beberapa pertanyaan yang membutuhkan jawaban dari perwakilan Khilafatul Muslimin, bak “diserang”.

            Hampir 30 menit diberikan kesempatan kepada Ust. Amiruddin D selaku Amir Wilayah, menjelaskan apa itu Khilafah, dan kenapa perwakilannya harus di Pulau Sebuku dan kenapa tidak di Kotabaru ini. “Setiap ideologi pasti menuntut penganut sebuah ideologi untuk bersatu demi langgengnya sebuah ideologi tersebut, demikian juga halnya dengan Islam. Dan satu-satunya wadah ummat Islam untuk bersatu dan menjalankan ajarannya hanya di dalam sistem Islam itu sendiri yakni Kekhalifahan, hal ini sebagaimana yang di dukung dengan dalil-dalil dan sirah yang sahih, inilah Khilafatul Muslimin”, singkat, padat dan jelas Ustadz yang merupakan Amir di wilayah Borneo ini memaparkan.

            “Kita beribadah ini tidak perlu membuat-buat hal baru dalam tata caranya, semua ada contohnya misalnya “perintah sholat subuh contohnya 2 raka’at, melaksanakan sholat subuh tidak dua rakaat tentu bathil. begitu juga dengan perintah “Bersatu”, kita hanya cukup mengikuti contoh dari Rasulullah, Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in. Sebagaimana Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang melakukan ibadah yang tidak ada contohnya dari Kami maka ibadah itu tertolak”. Apakah ada tata cara bersatunya ummat Islam yang dicontohkan, selain dari Khilafah?”. Kembali ustadz kelahiran Makasar ini menjelaskan sekaligus bertanya yang tidak ada satupun dari peserta yang menjawab.

            “Tidak ada satupun pernyataan kami dalam mendakwahkan Khilafah ini yang menyalahkan ummat Islam lainnya yang berada dalam Ormas, Orpol ataupun Harakah Islam, karena bukan kapasitas kami. Kami hanya meyakini sebuah kebenaran dan merasa punya kewajiban untuk mendakwahkannya, maka kalau bapak-bapak mendapati kami salah, tolong kami diluruskan berdasar keterangan dalil yang sahih. Sesuatu yang wajar kalau kita sebagai ummat Islam bangga akan kebenaran Islam dan sistem Islam yaitu Khilafah, bukan membanggakan diri kami, semoga dengan ramah tamah ini kita bisa saling memahami”, dan harapan saya selaku Amir wilayah dikalimantan ini semoga setelah pertemuan kita sebagai ummat Islam segra merapatkan diri untuk bergabung di Kekhalifahan kaum Muslimin ini (Khilafatul Muslimin) agar kantor perwakilannya bukan cuman di pulau sebuku saja, tapi di kotabaru ini juga, demikian pernyataan dari Amir Wilayah Borneo sekaligus sebagai penutup.

            Dalam ramah tamah ini, dipersilahkan Khilafatul Muslimin untuk mendakwahkan Khilafah secara terbuka bukan hanya di kalangan bawah saja tapi lebih kekalangan atas juga, bukan lingkup kecil semisal Pulau Sebuku saja tetapi di minta di Kabupaten Kotabaru bahkan dalam lingkup yang lebih luas lagi, ungkap ketua Kesbangpol.

            Sesungguhnya sistem Islam, Khilafah ini adalah sebuah sistem yang sempurna dari Yang Maha Sempurna sangat memahami Toleransi dan Kebhinekaan, membebaskan secara merdeka semua pemeluk agama untuk memeluk agamanya masing-masing dan bahkan menjamin kebebasannya, tidak ada yang istilah “anti” di dalam Islam. Di dalam ayat Allah secara jelas membebaskan orang lain bahkan untuk memilih menjadi kafir sekalipun dan tidak memaksa. Sungguh kasihan ummat Islam yang tidak memahami agamanya sendiri.

            Bukan tidak boleh melaksanakan aturan bersama semisal Pancasila didalam Islam,  tetapi justru Pancasila ini akan dapat berjalan baik manakala di jalankan oleh orang-orang beriman dibawah ketentuan Sang Pencipta dunia ini yakni Al Qur’an dan Hadits. Barbagai bukti sejarah manakala Pancasila tidak dijalankan oleh orang-orang beriman, dalih-dalih demi Pancasila dewasa ini LGBT yang bahkan bertentangan dengan semua agama pun di legalkan, dalih-dalih demi Pancasila kekayaan alam “di keruk” secara paksa oleh pihak asing, dalih-dalih demi Pancasila berapa pulau sudah tau entah kemana pemiliknya. Jadi Pancasila akan berjalan baik jika dijalankan oleh orang beriman, Insya Allah.[TB]

Tags:

Related Posts